Penelitian Tentang Air Alkali

Penelitian tentang Air yang Terionisasi Elektrolisis

Terdapat dua tipe air yang diproduksi oleh ionizer (alat untuk ionisasi):

  • Air tereduksi alkali/ basa
  • Air teroksidasi asam

Istilah-istilah akademis

Air yang telah ditambah dengan sel elektrolit dari ionizer memiliki nama yang beragam:

  • Air tereduksi elektrolisis – alkali (basa) atau asam
  • Air ion dengan reduksi elektrolit – alkali (basa) atau asam
  • Air katoda elektrolisis – alkali (basa), teralkali, alkalisasi
  • Air oksidasi elektrolisis – air asam, yang dapat diterapkan dalam industri
  • Air anoda elektrolisis (EAW) – bersifat asam
  • Air terstruktur, air fungsional
  • Air dengan double dan multi kutub, kosmotrofi, elektro-kimia, redoks elektrolisis, air berlapis ikosahedral, Tessellated, gugusan, air alkali

Istilah-istilah Pemasaran

Air mikro, air ion, air antioksidan alkali, air “Miracle” (ajaib), air Kangen, air Energi, air ion, elektrolizer (alat elektrolisis), ionizer (alat ionisasi) untuk air.

Di bawah ini merupakan kumpulan abstrak-abstrak penelitian yang mendeskripsikan efek-efek fisiologi baik dari air alkali dan air asam. Gunakan tombol “kembali” pada browser Anda untuk menjelajah menu penelitian ionizer air berikut ini.

Penelitian Air Ion Alkali

  • Simposium Pascasarjana: Pengaruh Positif Alkalinitas Gizi pada Kesehatan Tulang
  • Keseimbangan Berbasis Asam dan Status Hidrasi Pada Konsumsi dari Air Mineral Kemasan Berbasis Alkali
  • Pengaruh Hepatoprotektif pada Air Reduksi Elektrolisis terhadap Kerusakan Hati yang terinduksi Tetraklorida pada Anak Tikus
  • Pengaruh-pengaruh Imunologi Terhadap Infeksi Echinostoma hortense pada Anak Tikus Seri C57BL/6 oleh Air Tereduksi Alkali
  • Peningkatan Induksi dalam Kerusakan Mitokondria dan Apoptosis pada Sel-sel Leukimia Manusia HL-60 yang disebabkan Air Oksidasi Elektrolit dan Glutathione
  • Mekanisme Protektif pada Air Tereduksi terhadap Kerusakan Sel Beta Pankreas yang Terinduksi Alloxan
  • Suplementasi Air Tereduksi Elektrolisis dengan Nanopartikel Platinum dan Kemampuannya dalam Menekan Peningkatan Transformasi Sel Dua Tingkat
  • Efek Pengawetan Pada Air Tereduksi pada Massa Sel Beta Pankreas pada Anak Tikus Penderita Diabetes db/db
  • Efek-efek Anti Diabetes dari Air Reduksi Elektrolit pada Induksi Streptozotocin terhadap Anak Tikus Penderita Diabetes Genetis
  • Pengurangan Pelemahan Erynthrocyte Terinduksi Hemodialisis pada Pasien-Pasien Penyakit Ginjal Stadium Akhir oleh Air Tereduksi Elektrolisis
  • Tekanan pada Reduksi Hemodialisis dan Induksi Oksidatif pada Pasien-pasien Ginjal Stadium Akhir dengan Air Reduksi Elektrolit
  • Kemampuan Inhibisi dalam Air Tereduksi Elektrolisis pada Tumor Angiogenesis
  • Kemampuan Air Tereduksi Elektrolisis dalam Mencari dan Mengangkut Oksigen Aktif dan Melindungi DNA dari Kerusakan Oksidatif
  • Perlindungan oleh Air RTereduksi Elektrolisis Terhadap Kerusakan Oksidatif pada DNA, RNA, dan Protein
  • Mekanisme Peningkatan Efek-efek Antioksidan pada Air Tereduksi yang Dihasilkan dari Proses Elektrolisis
  • Penggunaan Air Ion untuk Hypochlorhydria, Achlorhydria, dan Reduksi dari Tekanan Darah Tinggi
  • Manfaat Air Tereduksi Elektrolisis dalam Pencegahan Mabuk Akut Akibat Induksi Ethanol pada Tikus-Tikus Sprague-Dawley
  • Penggunaan Air Ionisasi untuk Pendeteksian Kondisi-Kondisi Ginekologi
  • Peningkatan-peningkatan Klinis dalam Tubuh Akibat dari Serapan Air Ion
  • Penggunaan Air Ion Alkali untuk Masalah-Masalah Perut: Tes Double Blind yang Dikontrol oleh Plasebo
  • Simulasi dari Mikroflora Anaerobik pada Sistem Usus Manusia oleh Air Reduksi Elektrolisis
  • Efek-efek Psikologis dari Air Ion Alkali: Fermentasi Usus
  • Pengaruh Kandungan Kalsium dalam Air Ionisasi Alkali pada pembentukan dan Perawatan Jaringan Osseous pada Tulang
  • Penggunaan Air Ionisasi pada Pengobatan Penyakit Jantung dan Keracunan
  • Penggunaan Air Ionisasi pada Pengobatan Eksim
  • Penggunaan Air Ionisasi pada Pengobatan Alergi
  • Penggunaan Air Ionisasi pada Perawatan Diabetes

Air Ion Asam – Penelitian Terhadap Air Oksidasi Asam

  • Pemanfaatan Intervensi Anti-Mikroba untuk Mengurangi Spesies Salmonella pada Unggas
  • Peningkatan Manfaat Escherichia coli yang Terinokulasi Perkecambahan Alfalfa dengan Menggunakan Air Oksidasi Elektrolisis
  • Penonaktifan E. coli dan Listeria pada Papan Talenan Dapur Plastik dengan Menggunakan Air Oksidasi Elektrolisis
  • Pengaruh bakterisidal yang Terdapat Pada Air Oksidasi Elektrolisis pada Galur-Galur Bakteri dalam Infeksi-infeksi Rumah Sakit
  • Pengaruh Air Elektrolisis dalam Proses Penyembuhan Luka
  • Pengaruh Air Oksidasi Elektrolisis pada Proses Penyembuhan Luka Bakar dan Potong pada Tikus
  • Proses Dekomposisi Etilen, sebuah hormon penuaan pada bunga, dengan Air Anoda Elektrolisis

Air Tereduksi Elektrolisis Alkali – Air Ion

Proc Nutrisi Soc. 2010 Feb; 69 (1); 166-73. Epub 2009 Des 3

Simposium Pascasarjana: Pengaruh Positif Alkalinitas Gizi pada Kesehatan Tulang

Wynn E, Krieg MA, Lanham-New SA, Burckhardt P. Universitas Hospital (CHUV), 1011 Lausanne, Switzerland

Terdapat bukti-bukti bahwa penerapan metode konsumsi diet ala barat merupakan salah satu faktor yang cukup beresiko untuk osteoporosis yang disebabkan oleh suplai asam yang berlebih. Khususnya, hal tersebut dapat terjadi ketika buah-buahan dan sayuran yang dikonsumsi justru dapat beresiko mengakibatkan kelebihan proses pengasaman, akibat kandungan kadar bikarbonat yang tinggi. Jenis menu yang wajib dikonsumsi dalam metode diet ini, apabila dikonsumsi oleh orang dewasa akan menghasilkan sekitar 50-100 mEq asam, sehingga orang dewasa sehat yang menerapkan diet ala barat cenderung beresiko mengalami penurunan tingkatan metabolisme asam. Selain itu, masalah ini dapat juga diperparah oleh faktor usia akibat fungsi ginjal yang menurun. Pada dasarnya, tulang memiliki kemampuan untuk menyangga kelebihan asam dengan mengirimkan kation. Namun sayangnya, overstimulasi dari proses tersebut dapat menyebabkan disolusi mineral tulang serta mengurangi massa tulang. Konsumsi Kalium, Magnesium pada buah dan sayur dapat bermanfaat untuk meningkatkan status alkali serta memberikan efek yang cukup menguntungkan untuk kesehatan tulang. Beberapa sukarelawan pria yang sehat menjadi subyek penelitian dengan melakukan diet ala barat yang beresiko meningkatnya pembentukan asam. Hasilnya adalah meningkatnya ekskresi Ca pada urin sebanyak 74 % dan ekskresi akhir C- Telopeptide tipe I collagen sebanyak 19 %, jika dibandingkan dengan diet alkali. Studi lintas sektoral juga menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara penyimpanan gizi asam dan pengukuran kesehatan tulang yang dilakukan oleh sistem pengindraan ultrasound tulang atau Absortiometry dual energy. Beberapa penelitian lainnya juga telah dilakukan dengan wanita-wanita berusia lanjut (diatas 75 tahun) sebagai subyeknya. Dalam penelitian tersebut, diketahui bahwa resiko osteoporosis sangat berkaitan erat dengan pembentukan asam. Evaluasi dari konsumsi nutrisi dan studi Bone Ultra Sound telah berhasil mengembangkan dan memvalidasi sebuah FFQ untuk digunakan pada populasi orang tua di Swiss, yang menunjukkan konsumsi dari nutrisi-nutrisi kunci misalnya energi, lemak, karbohidrat, kalsium, magnesium, vitamin C, D, dan E tergolong rendah pada sekitar 401 subyek. Studi berikutnya dilakukan untuk mengukur produksi bersih asam endogen (NEAP) dan ultrasound tulang telah dihasilkan pada sekitar 256 wanita usia sekitar 75 tahun atau lebih. Data menunjukkan bahwa tingkat NEAP yang lebih rendah (P=0.023) dan tingkat konsumsi Kalium yang lebih tinggi (P=0.033) berkolerasi dengan tingkat ultrasound yang lebih tinggi. Simpanan asam yang lebih besar dengan mengkonfirmasi link positif diantara diet alkali dan kesehatan tulang terindikasi pada orang-orang berusia tua. Pada studi lanjutannya yang dilakukan untuk melengkapi penemuan-penemuan tersebut, terhadap sebuah kelompok yang terdiri dari 30 wanita muda, apabila Kalsium telah terpenuhi konsumsi air dengan kandungan asam kalsium yang tinggi tidak akan memberikan efek apapun pada tulang. Sementara itu, air yang mengandung alkali bikarbonate dapat mengurangi hormon paratiroid dan C-telopeptide serum. Penelitian lebih lanjut perlu untuk dilakukan untuk mempelajari apakah pencegahan pengeroposan tulang dan masalah lainnya dapat dijaga dengan perawatan jangka panjang dengan menggunakan air mineral beralkali. Konsumsi air mineral pada dasarnya sangat mudah dilakukan serta tidak mahal untuk membantu mencegah osteoporosis dan dapat dijadikan perhatian dalam hal pencegahan tulang keropos.

Keseimbangan Berbasis Asam dan Status Hidrasi Berikut Konsumsi dari Air Mineral Kemasan berbasis Alkali

Heil DP. Jurnal Komunitas Internasional Nutrisi untuk Kebutuhan Olahraga, 2010 September 13; 7 (1): 29

ABSTRAK: LATAR BELAKANG: studi terbaru ini bertujuan untuk mencari cara dalam menentukan apakah konsumsi air kemasan mineral alkali dapat meningkatkan keseimbangan berbasis asam dan status hidrasi pada orang-orang dewasa usia muda dengan kondisi gaya hidup bebas. Air kemasan mineral yang digunakan dalam penelitian ini memiliki kandungan alkali yang tinggi akibat kandungan Alka-PlexquidTM, suatu suplemen terlarut yang dapat meningkatkan kandungan mineral dan mengalkali air sebanyak pH 10.0. METODE: 38 subyek penelitian dipasangkan berdasarkan gender dan mereka diminta melakukan laporan terkait dengan aktivitas fisik mereka (SRPA, per jam/ per minggu). Kemudian, kelompok tersebut dibagi lagi ke dalam grup Kontrol (12 wanita, 7 pria; rata-rata+/-SD; 23+/-2 tahun; 7.2+/-3.6 jam/ minggu SRPA) dan grup Eksperimental (13 wanita, 6 pria; 22+/-2 tahun; 6.4+/-4.0 jam/ minggu SRPA). Grup Kontrol mengkonsumsi air kemasan non-mineral plasebo sekitar 4 minggu sedangkan grup Eksperimental mengkonsumsi air plasebo pada minggu pertama dan minggu keempat dan air kemasan mineral beralkali pada 2 minggu di tengahnya. Kemudian, sampel darah pada ujung jari dan urin selama 24 jam dikumpulkan 3 kali setiap minggu untuk mengukur osmolalitas darah dan urin serta pH sebanyak total volume pada urin. Variabel tak bebas dianalisis menggunakan pengukuran multivariasi berulang ANOVA yang difokuskan secara pos-hoc untuk mengevaluasi perubahan terhadap waktu baik pada grup Kontrol maupun Eksperimental (alfa = 0.05). HASIL: tidak terdapat perubahan yang signifikan pada tiap variabel tak bebas dalam grup Kontrol. Grup Eksperimental, sebaliknya, menunjukkan peningkatan-peningkatan secara signifikan baik pada pH darah maupun pada pH urine (masing-masing 6.23 to 7.07 and 7.52 to 7.69), penurunan osmolalitas darah dan peningkatan osmolalitas urin, serta penurunan output urine (2.51 to 2.05 L/ hari), kesemuanya terjadi di minggu kedua periode penelitian (P<0.05). lalu, perubahan-perubahan tersebut dibalikkan untuk grup Eksperimental dimana para subyek penelitian beralih mengkonsumsi air plasebo pada minggu ke 4. KESIMPULAN: konsumsi air kemasan mineral beralkali berkaitan dengan peningkatan keseimbangan berbasis asam (contohnya: proses alkalisasi pada darah dan urin) dan status hidrasi saat dikonsumsi oleh orang-orang dengan gaya hidup bebas. Sebaliknya, subyek-subyek yang mengkonsumsi air mineral plasebo tidak menunjukkan perubahan sama sekali dalam jangka waktu yang sama. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa mengkonsumsi air kemasan mineral beralkali secara rutin dapat dijadikan sebuah vektor nutrisi yang berharga untuk mempengaruhi keseimbangan berbasis asam dan status hidrasi pada orang dewasa yang sehat. PMID: 20836884

Penelitian Biomed, 2009 Okt; 30 (5): 263-9

Manfaat Air Tereduksi Elektrolisis dalam Pencegahan Mabuk laut Akibat Induksi Ethanol pada Tikus-Tikus Sprague-Dawley

Park SK, Qi XF, Song SB, Kim DH, Teng YC, Yoon YS, Kim KY, Li JH, Jin D, Lee KJ. Juusan Biologi Lingkungan dan Medis, Sekolah Tinggi Pengobatan Wonju, Universitas Yonsei, Wonju, Gangwon, Republik Korea.

Konsumsi ethanol dapat mengganggu keseimbangan antara sistem-sistem yang pro dan anti-oksidan pada suatu organisme, yang mengakibatkan adanya tekanan oksidatif. Air tereduksi elektrolisis telah digunakan secara luas oleh masyarakat Asia Timur untuk kebutuhan air minum. Banyak manfaat terapis yang dihasilkan oleh air minum ini diantaranya adalah terkait dengan kemampuannya dalam mencari dan mengangkut spesies oksigen yang reaktif. Studi ini dilakukan untuk menginvestigasi efek atau pengaruh air tereduksi elektrolisis pada kondisi mabuk akibat induksi etanol akut yang dialami oleh tikus Sprague-Dawley. Konsentrasi alkohol pada serum air ini jika diberikan pada tikus-tikus tersebut menunjukkan perbedaan yang signifikan pada masing-masing jam pertama, ketiga, dan kelima seperti halnya jika dibandingkan pada tikus-tikus yang diberi air destilasi. Alkohol dehydogenase tipe 1 dan Acetaldehyde dehydrogenase yang bekaitan dengan oksidasi alkohol meningkat secara signifikan pada jaringan hati sedangkan level aspartate aminostransferase dan alanine aminotransferase pada serum diketahui menurun dalam 24 jam setelah pra-administrasi oral. Selain itu, administrasi oral dari air tereduksi elektrolisis secara signifikan dapat mengaktivasi non-enzym glutathione dan enzim glutathione peroksidase, glutatione-S-transferase, Cu/Zn-superoksida dismutase dan katalase. Antioksidan yang terdapat pada jaringan hati kemudian dibandingkan antara grup Kontol dan Eksperimental. Hasilnya menunjukkan bahwa meminum air reduksi elektrolisis mampu memberikan efek terhadap detoksifikasi alkohol melalui mekanisme antioksidan dan memiliki potensi untuk menghilangkan gejala mabuk yang disebabkan oleh induksi etanol. PMID: 19887722

Toksikologi Kimia Pangan. 2009 Agustus; 47 (8); 2031-6. Epub 2009 May 27.

Pengaruh Hepatoprotektif di Dalam Air Tereduksi Elektrolisis terhadap Kerusakan Hati Akibat Induksi Tetraklorida Pada Anak Tikus

Tsai CF, Hsu YW, Chen WK, Chang WH, Yen CC, Ho YC, Lu FJ, Institut Farmasi, Kampus Farmasi, Universitas Kedokteran Chung San, No. 110, Sec. 1, Jianguo N. Rd., Taichung 402, Taiwan.

Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi efek proteksi dari air teduksi elektrolisis terhadap kerusakan hati akibat induksi karbon tetraklorida (CCL(4)). Anak tikus ICR jantan secara acak dibagi ke dalam kontrol grup, yaitu CCl(4), CCl(4)+silymarin, and CCl(4)+air reduksi elektrolisis. Luka induksi CCl(4) pada hati meliputi infiltrasi leukosit, nekrosis hepatosit, pembentukan dan degenerasi bentuk balon, mitosis, kalsifikasi (pembentukan kalsium), fibrosis, dan peningkatan serum alanin aminotransferase (ALT), dan aktivitas aminotransferase (AST). Selain itu, CCl(4) juga secara signifikan mengurangi aktivitas dari superoksida dismutase (SOD) dan glutonin peroksidase (GSH-Px). Sebaliknya, konsumsi dari air tereduksi elektrolisis atau suplemen silimarin secara signifikan mengameliorasi luka induksi CCl(4) pada liver, menurunkan level serum pada enzim hati bertanda ALT dan AST serta meningkatkan aktivitas SOD, katalase, dan GSH-Px dalam hati atau liver. Sehingga, hasil dari studi ini menunjukkan bahwa air reduksi elektrolisis dapat digunakan untuk melindungi liver pada tikus dari kerusakan induksi oksidatif CCl(4), dan efek hepatoprotektif yang terjadi dapat berkolerasi dengan efek pengangkutan antioksidan dan radikal bebas. PMID: 19477216

Bulletin Biologi dan Farmasi. 2009 Maret; 32(3): 456-62.

Efek-Efek Imunologi pada Air Reduksi Elektrolisis pada Infeksi Echinostema Hortense pada Anak Tikus C57BL/6

Lee KJ, Jin D, Chang BS, Teng YC, Kim DH. Jurusan Biologi Medis dan Lingkungan, Kampus Farmasi Wonju, Universitas Yonsei, Gang Won, Korea Selatan

Air tereduksi Elektrolisis (ERW) telah digunakan secara luas untuk air minum bagi masyarakat di Asia. Tujuan dari studi ini adalah untuk memeriksa efek atau pengaruh imunologi dari ERW pada imunitas hewan dengan cara mensuplai air tereduksi elektrolisis atau ERW kepada anak tikus C57BL/6 yang terinfeksi Echinostoma hortense metacerceriae. Pada grup yang tidak terinfeksi, interleukin (IL)-4 (p<0.001), IL-5, IL-10, IL-1 beta, faktor nekrosis pada tumor (TNF)-alfa dan imunoglobulin (Ig) A, serta ekspresi pada grup tikus yang mengkonsumsi ERW (ERW grup) mengalami peningkatan walaupun kecil pada sistem ususnya jika dibandingkan dengan tikus-tikus pada grup Kontrol. Dalam kasus grup yang terinfeksi, grup tikus yang mengkonsumsi ERW (ERW+E hortense grup) menunjukkan hasil bahwa ekspresi  IL-4, IL-5, IL-10 and Ig A meningkat. Namun, Il-1 beta dan TNF-alfa (p<0.001) mengalami penurunan. Sementara itu, jumlah sel-sel goblet (p<0.001) serta sel-sel helix pomatia agglutinin (HPA) positif mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan grup yang tidak mengkonsumsi ERW. Ekspresi dari seluruh sitokines kecuali IL-10 dalam limpa sedikit mengalami peningkatan walaupun secara statistik tidak signifikan serta tidak ada pula perbedaan secara signifikan dalam hal perubahan numerik dari sel darah putih. Hasil yang diperoleh mengindikasikan bahwa mengkonsumsi ERW dapat memberikan pengaruh terhadap respon sistem imun lokal (Th-1 tipe sitokinin misalnya IL-1beta, TNF-alfa)dalam usus kecil namun tidak pada respon imun sistemik. PMID: 19252295

Bulletin Biologi dan Farmasi, 2009 Feb;73(2):280-7. Epub 2009 Feb 7.

Peningkatan Induksi pada Kerusakan Mitokondria dan Apoptosis dalam Sel-Sel Leukimia Manusia HL-60 Akibat Konsumsi Air Tereduksi Elektrolisis dan Glutatione

Tsai CF, Hsu YW, Chen Wk, Ho YC, Lu FJ. Institut Farmasi, Universitas Medis Chung Shan, Taichung, Taiwan

Air tereduksi elektrolisis (ERW) merupakan suatu jenis air potensial yang mengandung pH yang lebih tinggi dan sistem oksidasi-reduksi yang lebih rendah. Pada studi ini, kami melakukan pemeriksaan terhadap peningkatan efek oleh air tereduksi elektrolisis atau ERW dalam apoptosis sel-sel leukimia (HL-60) yang terinduksi oleh glutatotione (GSH). Salah satu dampak dari meningkatnya sistem penghalang pada kelangsungan hidup dari sel-sel HL-60 telah terobservasi setelah ditangani dengan mengkombinasikan ERW dengan beragam konsentrasi GSH, sementara itu, tidak ada efek sititoksin di dalam sel-sel darah mononuklir periferal normal yang terdeteksi. Hasil dari apoptotik yang terkait dengan protein mengindikasikan bahwa induksi dari sel mati HL-60 disebabkan oleh induksi apoptosis melalui peningkatan regulasi dari Bax dan penurunan regulasi dari Bcl-2. Hasil dari investigasi selanjutnya menunjukkan adanya pengecilan tingkat intraselular GSH dalam ERW dan gabungan dengan grup-grup GSH. Hasil tersebut juga menyatakan bahwa ERW merupakan suatu antioksidan dan apabila dikombinasikan dengan GSH akan menyebabkan peningkatan efek induksi apoptosis pada sel-sel HL-60 yang dapat dimediasikan melalui jalur mitokondria dependen. PMID: 19202298

Sitoteknologi. 2002 Nov; 40 (1-3): 139-49

Mekanisme Protektif dari Air Reduksi terhadap Kerusakan Sel Beta Pankreas Akibat Induksi Alloxan: Kemampuan Pencarian dan Pengangkutan terhadap Spesies Oksigen yang Reaktif

Li Y, Nishimura T, Teruya K, Maki T, Komatsu T, Hamasaki T, Kashiwagi T, Kabayama S, Shim SY, Katakura Y, Osada K, Kawahara T, Otsuba K, Morisawa S, Ishii Y, Gadek Z, Shirahata S. Jurusan Teknologi Sumber Daya Genetis, Fakultas Pertanian, Universitas Kyushu, 6-10-1 Hakozaki, Higashi-ku, Fukuoka, Japan.

Spesies oksigen reaktif (ROS) menyebabkan kerusakan permanen pada makromolekul-makromolekul biologi dan menghasilkan berbagai macam penyakit. Terdapat beberapa contoh air tereduksi (RW) misalnya saja air tereduksi elektrolisis yang kaya hidrogen atau air yang tereduksi secara natural (air Hita Tenryosui di Jepang dan air Nordenau di Jerman) yang diketahui dapat mengobati berbagai macam penyakit. Jenis air tersebut terbukti mampu melindungi seekor hamster yang mengidap penyakit pada aliran sel beta pankreas, yaitu penyakit HIT-T15 yang berasal dari rusaknya sel akibat terinduksi alloxan. Alloxan adalah suatu senyawa diabetogenik yang berfungsi untuk menginduksi diabetes mellitus tipe 1 pada hewan. Efek diabetogenik pada penyakit ini terjadi akibat produksi spesies oksigen reaktif atau ROS. Sel-sel HIT-T15 yang telah dikenai Alloxan menunjukkan tanda-tanda kelangsungan hidup yang lebih rendah, level ROS intraselular yang meningkat, konsentrasi sitosolik bebas Ca (2+) yang naik, fragmentasi DNA, level ATP intraselular yang rendah dan penurunan pelepasan glukosa terstimulasi dalam insulin. RW secara menyeluruh mencegah generasi ROS yang terinduksi alloxan, meningkatkan konsentrasi sitosolik Ca (2+), menurunkan level ATP intraselular serta menurunkan pelepasan glukosa terstimulasi pada insulin dan menghalangi DNA fragmentasi yang menekan penurunan kelangsungan hidup dari sel-sel yang telah terkena alloxan. Tingkatan ATP intraselular dan sekresi insulin terstimulasi ditingkatkan oleh RW sebanyak 2-3.5 kali dan 2-4 kali dengan menganggap bahwa RW meningkatkan sensitivitas glukosa dan respon glukosa terhadap sel-sel beta. Aktivitas proteksi oleh RW cukup stabil pada 4 derajat Celcius dalam kurun waktu 1 bulan namun kemudian hilang disebabkan oleh adanya aktivitas autoklaf. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa RW berhasil melindungi sel-sel beta pankreas dari serangan kerusakan sel yang terinduksi alloxan dengan cara melindungi generasi ROS yang telah terderivasi alloxan. RW dapat berguna dalam pencegahan diabetes mellitus tipe 1 yang berasal dari induksi alloxan. PMID: 19003114

Sitoteknologi. 2005 Jan; 47 (1-3): 97-105

Kemampuan Air Tereduksi Elektrolisis yang Bersuplementasi dengan Nano Partikel Platinum dalam Menekan Peningkatan Pembentukan Sel Dua Tingkat

Nishikawa R, Teruya K, Katakura Y, Osada K, Hamasaki T, Kashiwagi T, Komatsu T, Li Y, Ye J, Ichikawa A, Otsubo K, Morisawa S, Xu Q, Shirahata S. Jurusan Teknologi Sumber Daya Genetik, Fakultas Pertanian, Universitas Kyushu, 6-10-1 Hakozaki, 812-8581, Higashi-ku, Fukuoka, Japan.

Dalam teori pembentukan se dua tingkat, sel-sel kanker pertama-tama menerima inisiasi yang disebabkan oleh kerusakan DNA, lalu menerima dukungan-dukungan lainnya yang dapat digunakan dalam meningkatkan perubahan tersebut. Sel-sel Murine Balb/c 3T3 secara luas digunakan untuk eksperimen transformasi karena sel-sel tersebut telah kehilangan kemampuan inhibisi kontak saat mereka sedang bertransformasi. Air tereduksi elektrolisis (ERW) yang diproduksi dekat dengan suatu katoda saat proses elektrolisisnya merupakan air minum alkali yang bermanfaat untuk kesehatan. Air tereduksi elektrolisis atau ERW mengandung larutan hidrogen berkonsentrasi tinggi dan kemampuan untuk mencari dan membuang spesies oksigen reaktif (ROS) bersamaan dengan sejumlah kecil nanopartikel platinum (Pt nps) yang diderivasikan dari elektroda-elektroda titanium berlapis platinum. Pt nps dengan stabil membubarkan dirinya dalam solusi yang mengandung air dalam jangka waktu yang lama dan mengkonversi molekul-molekul hidrogen untuk mengaktifkan hidrogen atau atom-atom hidrogen yang dapat memuat ROS. Maka, ERW yang bersuplemen dengan Pt nps tersintesis merupakan suatu model dari air yang telah tereduksi secara kuat. Tulisan ini merupakan laporan pertama bahwa ERW bersuplemen dengan Pt nps tersintesis dapat dengan kuat mencegah transformasi dari sel-sel Balb / c 3T3. ERW dipersiapkan oleh elektrolisis solusi 0.002 M NaOH dengan menggunakan perangkat elektrolisis bertipe tumpuk. Sel-sel Balb/c 3T3 diberikan 3-metil-kolantrin (MCA) sebagai zat awal kemudian diikuti dengan pemberian phorbol-12-myristate-13-asetat (PMA) sebagai sebuah promosi zat. Formasi induksi MCA/ PMA dari fokus transformasi ditekan dengan kuat oleh ERW bersuplemen dengan Pt nps namun tidak dengan ERW atau Pt nps secara individual. ERW bersumplemen dengan Pt nps menekan transformasi pada tingkat promoter, bukan pada awal mula proses perubahan, dengan mempertimbangkan bahwa ERW bersuplemen dengan Pt nps mampu menekan augmentasi induksi PMA dari ROS intraseluler. ERW bersuplemen dengan Pt nps merupakan antioksidan baru yang potensial dalam melawan karsinogenesis. PMID: 19003049

Bulletin Biologi dan Farmasi 2007 Feb; 30(2): 234-6

Efek Pengawet dari Air Tereduksi Elektrolisis dalam Massa Sel Beta Pankreas pada Tikus Penderita Diabetes db/db

Mi-Ja Kim 1, 2 Kyung Hee Jung, 3 Yoon Kyung Uhm, 3 Kang-Hyun Leem, 4 and Hye Kyung Kim, 5

  • Jurusan Manajemen Obesitas, Sekolah Pascasarjana Sains Obesitas, Universitas Wanita Dongduk
  • Institut Obesitas Bayangan, 117 Purynsol Mun Wa Gyun, Universitas Kyung Hee
  • Jurusan Farmakologi, Kampus Farmasi, Universitas Kyung Hee
  • Kampus Farmasi Korea, Universitas Semyung
  • Jurusan Makanan dan Bioteknologi, Universitas Hanseo

Tekanan oksidatif diproduksi di bawah kondisi diabetik dan termasuk di dalam sistem perkembangan dari disfungsi sel beta pankreas. Baik peningkatan pada spesies oksigen reaktif yang bebas radikal (ROS) maupun pengurangan mekanisme ketahanan antioksidan mampu mengawali peningkatan tekanan oksidasi pada diabetes. Air tereduksi elektrolisis (ERW) dengan kemampuan untuk mencari dan membuang ROS memiliki pengaruh yang cukup potensial jika dikonsumsi oleh hewan-hewan penderita diabetes, yang dijadikan model dalam kasus ini. Maka, studi ini memeriksa dampak anti diabetes yang mungkin akan muncul pada air tereduksi elektrolisis yang telah dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh tikus penderita diabetes genetis C57BL/6J-db/db (db/db). ERW dengan kemampuan untuk mencari dan mengangkut/ membuang ROS mampu mengurangi konsentrasi gula darah, meningkatkan kadar insulin, meningkatkan toleransi glukosa dan mempertahankan massa sel beta pankreas dalam tubuh anak tikus db/db. Data terbaru menunjukkan bahwa ERW dapat melindungi kerusakan sel beta dan akan berguna sebagai obat anti diabetes. PMID: 17268057

Sains Kehidupan. 2006 Nov 10; 79 (24): 2288-92. Epub 2006 Agustus 2.

Efek-efek Anti Diabetes dalam Air Reduksi Elektrolisis dalam Anak Tikus dengan Diabetes Genetis yang Terinduksi Streptozocin

Kim MJ, Kim HK. Jurusan Manajemen Obesitas, Sekolah Pascasarjana Sains Obesitas, Universitas Wanita Dongduk, 23-1 Wolkgukdong, Seoul, 136-714, South Korea

Tekanan oksidatifdiproduksi di bawah kondisi diabetik dan termasuk di dalam sistem perkembangan disfungsi sel beta pankreas yang ditemukan pada penderita diabetes. Baik peningkatan dalam spesies oksigen reaktif yang bebas radikal (ROS) maupun penurunan mekanisme pertahanan antioksidan dapat mengawali peningkatan dalam tekanan oksidasi dalam diabetes. Air reduksi elektrolisis (ERW) dengan kemampuan untuk mencari dan mengangkut/ membuang ROS memiliki efek yang potensial pada hewan-hewan penderita deabetes, khususnya hewan-hewan yang dijadikan model untuk kasus penyakit dengan tekanan oksidasi yang tinggi. Maka, studi ini bertujuan untuk memeriksa dampak anti diabetes yang mungkin terkandung pada ERW pada percobaan 2 model hewan penderita diabetes yang berbeda. Tikus penderita diabetes genetis galur C57BL/6J-db/db (db/db) dan tikus penderita diabetes yang terinduksi streptozotocin (STZ) digunakan masing-masing sebagai model hewan untuk defisien insulin tipe 1 dan penentang insulin tipe 2. ERW, yang digunakan sebagai air minum, secara signifikan mengurangi konsentrasi gula darah dan meningkatkan toleransi glukosa pada kedua model hewan tersebut. Namun, ERW gagal dalam mempengaruhi tingkatan-tingkatan insulin pada tikus penderita diabetes STZ sedangkan level insulin dalam darah meningkat pada tikus penderita diabetes db/ db genetis. Kontrol gula darah yang meningkat ini dihasilkan dari peningkatan sensitivitas insulin sebagaimana peningkatan pelepasan insuin. Data terbaru ini menunjukkan bahwa ERW dapat berfungsi sebagai suatu agen anti diabetes oral yang efektif dan bermanfaat untuk studi selanjutnya pada mekanisme yang sesuai. PMID: 16945392

Kidney Int. 2006 Jul; 70 (2): 391-8. Epub 2006 Jun 7.

Pengurangan Pelemahan Eritrosit yang Terinduksi Hemodialisis pada Pasien-Pasien Gagal Ginjal Stadium Akhir dengan Menggunakan Air Tereduksi Elektrolisis

Huang KC, Yang CC, Hsu SP, Lee KT, Liu HW, Morisawa S, Otsubo K, Chen CT. Jurusan Medis Keluarga, Kampus Medis Universitas Nasional Taiwan dan Universitas Rumah Sakit Nasional Taiwan, Taipei, Taiwan.

Pasien hemodialisis kronis (HD) mengalami peningkatan kerusakan eritrosit yang berfungsi sebagai hemolisis dan alat pertahanan sel rusak. Kami mengadakan penelitian apakah Air Tereduksi Elektrolit (ERW) mampu mengurangi kerusakan eritrosit dan anemia. Sebanyak 43 pasein yang sedang menjalani HD kronis mengikuti penelitian dengan mengkonsumsi ERW selama 6 bulan. Kami mengevaluasi tekanan oksidasi pada darah dan plasma, aktivitas reduktase metemoglogin (metHb)/ ferrisianida eritrosit, paslma metHb, dan sitokin yang menunjang peradangan pada pasien-pasien HD kronis tanpa penanganan (n=15) atau dengan penanganan menggunakan vitamin C (VC)- (n=15), vitamin E (VE) berlapis dializer (n=15) atau penanganan ERW (n=15) selama menjalani HD. Pasien-pasien tersebut menunjukkan adanya peningkatan (15-fold) dalam hal sistem pembuangan spesies oksigen reaktif dalam darah, kebanyakan pada kelompok yang mengkonsumsi  H(2)0(2) setelah melakukan HD tanpa penanganan lain. HD sendiri menghasilkan status antioksidan total, aktivitas reduktase eritrosit metHb/ ferisianida, dan peningkatan PCOOH eritrosit level serta penurunan plasma metHb didalam plasma VC. Penanganan dengan antioksidan secara signifikan meringankan tekanan oksidasi dari aliran HD terinduksi tunggal, plasma dan RBC PCOOH, tingkatan-tingkatan plasma metHB, dan aktivitas reduktase eritrosit mrtHb/ ferisianida yang telah diubah menjadi dialyzer berlapis VC>ERW>VE. Namun, ERW cenderung tidak memiliki efek yang berkaitan dengan akumulasi oksalat yang terinduksi oleh VC. Penanganan dengan ERW selama 6 bulan mampu meningkatkan hematrosit dan melemahkan peradangan sitokinin di dalam tubuh pasien hemodialisis. Kesimpulannya, penanganan pasien dengan konsumsi ERW cukup efektif dalam mengurangi adanya tekanan oksidasi pada HD yang terindikasi bersamaan dengan perodaksi lipid, hemolisis dan over-ekspresi peradangan sitokinin pada pasien-pasien HD. PMID: 16760903

Pengurangan Tekanan Oksidasi Pada Induksi Hemodialisis pada Pasien-Pasien Penyakit Ginjal Stadium Akhir oleh Air Reduksi Elektroisis

Kidney Int. 2003 Agustus; 64(2):704-14.
Huang KC, Yang CC, Lee KT, Chien CT. Jurusan Medis Keluarga, Kampus Medis Universitas Nasional Taiwan dan Universitas Rumah Sakit Nasional Taiwan, Taipei, Taiwan.

LATAR BELAKANG: tekanan oksidatif yang meningkat pada pasien gagal ginjal stadium akhir (ESRD) dapat mengoksidasi makromolekul dan mengakibatkan peristiwa kardiovaskular selama dilakukan hemodialisis kronis. Air tereduksi elektrolisis (ERW) dengan kemampuan untuk membuang spesies oksigen reaktif (ROS) kemungkinan memiliki efek yang potensial dalam pengurangan tekanan oksidasi pada induksi hemodialisis di dalam tubuh pasien-pasien ESRD. METODE: Kami mengembangkan spektrum emisi chemiluminescensce dan melakukan analisis kromatografi cairan dengan performa tinggi untuk mengukir efektivitas ERW pada aktivitas pembuangan plasma ROS (H2O2 dan HOCl) dan pengurangan produksi lipid oksidasi di dalam tubuh pasien ESDR yang sedang menjalani hemodialisis. Kemudian kami akan menentukan pula penanda-penanda yang teroksidasi, ditrosin, metilguanidin, fosfatidikolin hidroperoksida serta penanda adanya peradangan, interleukin 6 (IL-6) dan protein C-reaktif. HASIL: meskipun hemodialisis secara efektif menghilangkan ditrosin dan kreatinin, sayangnya, penanganan pasien ginjal ini juga meningkatkan tekanan oksidasi termasuk fosfatidilcolin hidroperoksida dan metilguanidin. Hemodialisis mengurangi aktivitas pembuangan plasma ROS seperti yang ditunjukkan oleh jumlah H2O2 dan HOCl (masing-masing Rh2o2 dan Rhocl) dan menurunkan aktivitas antioksidasi (ditunjukkan oleh jumlah total status antioksidan). Administrasi ERW mampu mengurangi peningkatan hemodialisis Rh2o2 dam Rhocl, meminimalisasi tanda-tanda oksidasi dan peradangan. KESIMPULAN: penelitian ini menunjukkan bahwa hemodialisis dengan administrasi ERW secara efisien mampu meningkatkan pertahanan antioksidan dependen H2O2 dan HOCl dan mengurangi tekanan oksidasi yand terinduksi H2O2 dan HOCl. PMID: 12846769

Efek Inhibisi oleh Air Reduksi Elektrolisis pada Tumor Angiogenesis

Bulletin Biologi dan Farmasi. 2008 Jan;31(1):19-26

Ye J, Li Y, Hamasaki T, Nakamichi N, Komatsu T, Kashiwagi T, Teruya K, Nishikawa R, Kawahara T, Osada K, Toh K, Abe M, Tian H, Kabayama S, Otsubo K, Morisawa S, Katakura Y, Shirahata S. Sekoah Pascasarjana Sains Sistem Kehidupan, Universitas Kyushu, Higashi-ku, Fukuoka 812-8581, Jepang

Faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF) merupakan suatu kunci utama bagi tumor angiogenesis. Sel-sel tumor yang terpapar tekanan oksidatif yang lebih tinggi dibandingkan dengan sel-sel normal ditemukan pada penelitian ini. Berbagai laporan sebelumnya telah menunjukkan bahwa wilayah redoks intraselular (oksidasi/ reduksi, ORP) berkaitan erat dengan pola dari ekspresi VEGF. Air tereduksi elektrolisis (ERW) mampu memproduksi hidrogen di dekat dengan katoda selama proses elektrolisis dan pembuangan intraselular H(2)O(2) air serta mampu menurunkan pelepasan H(2)O(2) dari jalur sel adenocarcinoma A549 pada paru-paru manusia Kemampuan lain adalah melakukan pendangkalan regulasi pada transkripsi VEGF dan sekresi protein. Untuk menginvestigasi sinyal pada jalur transduksi yang termasuk ke dalam ekspresi VEGF teregulasi,  beberapa penghalang spesifik kinase yang diaktifkan oleh mitogen (MAPK) yaitu SB203580 (penghalang p38 MAPK inhibitor), PD98059 (penghalang ERK1/2) dan JNKi (penghalang kinase protein akhir c-Jun N) diaplikasikan. Hasil menunjukkan bahwa hanya PD98059 yang menghalangi ekspresi VEGF, dan memperlihatkan adanya peran penting dari ERK1/2 dalam ekspresi VEGF teregulasi di dalam sel-sel A549. Selain itu, ERW mampu menghalangi aktivasi dari kinase yang teregulasi sinyal ekstraselular pada suatu tindakan yang bergantung pada waktu. Eksperimen-eksperimen mengenai perkembangbiakan penyakit yang menganalisis formasi vitro tubula pada pengujian kadar logam menunjukkan bahwa sel terderivasi A549 pada kondisi medium secara signifikan mampu menstimulasi formasi vaskular tubula pada seluruh parameter teranalisis. Parameter-parameter itu antara lain total area, persimpangan, jumlah, dan total panjang dari tubula. ERW menetralkan efek negatif dari sel A549 dalam kondisi medium dan mengurangi panjang total tabung (p<0.01). Studi terbaru ini menunjukkan bahwa ERW mampu mendangkalkan regulasi dari transkripsi gen VEGF dan sekresi protein melalui penon-aktivan ERK.

Peneitian Terkait:

Tingkat kelarutan faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF) pada penerima 1 dalam tumor-tumor Astrositik dan hubungannya dengan keganasan Vaskularitas dan VEGF-A

Efek Pengawet dari Air Reduksi Elektrolisis pada Massa Sel Beta Pankreas dalam Tubuh Tikus 

Bulletin Biologi dan Farmasi 2007 Feb;30(2):234-6

Mi-Ja Kim1, 2, Kyung Hee Jung, 3 Yoon Kyung Uhm, 3 Kang-Hyun Leem, 4 and Hye Kyung Kim, 5

  • Jurusan Manajemen Obesitas, Sekolah Pascasarjana Sains Obesitas, Universitas Wanita Dongduk
  • Institut Obesitas Bayangan, 117 Purynsol Mun Wa Gyun, Universitas Kyung Hee
  • Jurusan Farmakologi, Kampus Farmasi, Universitas Kyung Hee
  • Kampus Farmasi Korea, Universitas Semyung
  • Jurusan Makanan dan Bioteknologi, Universitas Hanseo

Tekanan Oksidatif diproduksi dibawah kondisi diabetik dan termasuk ke dalam perkembangan disfungsi sel beta pankreas. Baik peningkatan spesies oksigen reaktif dengan radikal bebas (ROS) maupun penurunan antioksidan merupakan faktor-faktor yang berperan dalam meningkatkan tekanan oksidatif pada diabetes. Air tereduksi elektrolisis (ERW) dengan kemampuan untuk membuang ROS memiliki efek potensial pada hewan pengidap diabetes, yang dijadikan subyek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memeriksa kemungkinan adanya efek anti diabetes pada ERW pada tikus pengidap diabates genetis galur C57BL/6J-db/db. ERW dengan kemampuan untuk mengangkut/ membuang ROS mampu mengurangi konsentrasi gula darah, meningkatkan kadar insulin darah, meningkatkan kadar glukosa dan massa sel beta yang diawetkan pada tikus db/db. Data ini menunjukkan bahwa ERW kemungkinan dapat melindungi kerusakan sel beta dan akan berguna sebagai agen anti diabetes.

Penelitian Terkait: Keterlibatan Tekanan Oksidasi dan Jalur JNK dalam Keracunan Glukosa

Efek Antikanker pada Air Reduksi Alkali

Oleh Jurusan Parasitologi, Institut Ilmu Kedokteran Dasar, Jurusan Mikrobiologi, Jurusan Biokimia, Perguruan Tinggi Medis Wonju. Jurusan Laboratorium Sains Biomedis dan Institut Sains Kesehatan, Perguruan Tinggi Ilmu Kesehatan, Universitas Yonsei.

Mineral-mineral tertentu dapat menghasilkan air tereduksi alkali dengan pH yang tinggi dan potensi oksidasi-reduksi rendah (ORP) ketika dilarutkan di dalam air. Air tereduksi alkali menunjukkan efek anti kanker yang cukup signifikan. Ketika sel-sel melanoma diinokulasi secara subkutan dan intraperitoneal C56BL/6, anak tikus yang diberi makan dengan air alkali menunjukkan keterlambatan pertumbuhan tumor dan rentang hidup yang lebih panjang secara signifikan. Air tereduksi alkali juga menunjukkan penghambatan metastasis dengan mengurangi jumlah koloni melanoma B16 ketika disuntikkan melalui vena pada ekor. Jumlah spesies oksigen reaktif (ROS) juga sangat berkurang ketika tikus-tikus tersebut diberi makan dengan air reduksi alkali kecuali pada bagian limpa yang merupakan organ utama untuk kekebalan tubuh. Bahkan untuk tikus normal, air reduksi alkali memberikan sitokinin yang tersistemik misalnya Th1 (IFN-g, IL-12) dan Th2 (IL-4, IL-5), hal tersebut menunjukkan efek immuno-modulasi yang kuat. Baik efek pengangkutan ROS maupun efek modulasi kekebalan yang bertanggung jawab terhadap efek antikanker dari air reduksi alkali.

Air Reduksi Elektrolisis yang Mencari dan Mengangkut Spesies Oksigen Aktif serta Melindungi DNA dari Kerusakan Oksidatif

Komunikasi Penelitian Biokimia Biofisika. 1997 Mei 8;234(1):269-74
Shirahata S, Kabayama S, Nakano M, Miura T, Kusumoto K, Gotoh M, Hashi H, Otsuba, Morisawa S, Katakura Y.
Institut Teknologi Peraturan Seluler, Sekolah Pascasarjana Teknologi Sumber Daya Genetik, Universitas Kyushu, Fukuoka, Jepang.

Spesies oksigen aktif atau radikal bebas dianggap menyebabkan kerusakan oksidatif yang luas terhadap makromolekul biologis, yang terbukti membawa berbagai penyakit serta penuaan. Maka, sistem pembuangan yang ideal untuk oksigen aktif harus dilakukan oleh hidrogen aktif. Hidrogen aktif itu sendiri dapat diproduksi dalam air yang tereduksi di dekat katoda selama proses elektrolisis. Air yang tereduksi memiliki pH yang tinggi, oksigen terlarut rendah (DO), hidrogen molekular terlarut yang sangat tinggi, dan nilai-nilai potensi redoks yang sangat negatif (RP). Air yang tereduksi elektrolisis dengan kuat, sebagaimana, asam askorbat, (+)- katekin dan asam tannic, mampu mengangkut O-2 yang diproduksi oleh sistem hipoksantin-xanthine oksidase (HX-XOD) dalam penyangga natrium fosfat (pH 7.0). Aktivitas serupa dengan superoksida dismutase (SOD) yang dimiliki oleh air tereduksi cukup stabil pada 4 derajat Celcius selama lebih dari sebulan dan bahkan tidak hilang setelah proses netralisasi, pembekuan dan pencairan berulang, deflasi dengan sonikasi, pencampuran secara kuat, perebusan, filtrasi berulang, atau autoklaf tertutup tapi hilang oleh autoklaf terbuka dan autoklaf tertutup yang menggunakan tungsten trioksida yang dapat menyerap atom hidrogen aktif secara efisien. Air yang berbuih karena gas hidrogen menunjukkan nilai-nilai DO yang rendah, DH yang sangat tinggi, dan RP yang sangat rendah seperti halnya air reduksi, akan tetapi jenis air tersebut tidak memiliki aktivitas seperti SOD. Hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas mirip SOD pada air tereduksi bukan disebabkan hidrogen molekular terlarut namun karena hidrogen atom terlarut (hidrogen aktif). Meskipun SOD berakumulasi dengan H2O2 saat ditambahkan ke sistem HX-XOD, air reduksi akan menurunkan jumlah H2O2 yang diproduksi oleh XOD. Air tereduksi, serupa juga dengan katalase dan asam aksorbat, dapat secara langsung membuang H2O2. Air reduksi mampu menekan kerusakan galur tunggal pada DNA b spesies oksigen aktif yang dihasilkan oleh Cu (II) yang teroksidasi-katalisasi dengan asam askorbat yang bergantung pada dosis tertentu, serta menunjukkan bahwa air tereduksi dapat melakukan pencarian dan pengambilan tidak hanya O2- dan H2O2 tapi juga 1O2 dan OH. PMID: 9169001

Air Reduksi Elektrolisis Melindungi Terhadap Kerusakan Oksidatif Pada DNA, RNA, dan Protein

Bioteknologi dan Biokimia Terapan. 2006 Nov;135(2):133-44.
Lee MY, Kim YK, Ryoo KK, Lee YB, Park EJ. Jurusan Teknik Genetis, Universitas Soonchunhyang, Asan, Chungnam 336-600, Korea.

Generasi spesies oksigen reaktif diduga menyebabkan kerusakan oksidatif yang luas untuk berbagai biomolekul seperti DNA, RNA, dan protein. Dalam penelitian ini, pencegahan, penekanan, dan efek protektif dari vitro suplementasi dengan air tereduksi elektrolisis pada kerusakan induksi DNA H2O2 di limfosit diteliti dengan menggunakan alat tes komet. Sebelum, selama, dan sesudah penanganan dengan air tereduksi ektrolisis menunjukkan bahwa proses ini mampu meningkatkan resistensi limfosit manusia terhadap kerusakan DNA yang disebabkan oleh H2O2 di dalam Vitro. Selain itu, air tereduksi elektrolisis jauh lebih efektif dari air dietilpirokarbonat yang telah diolah dalam mencegah degradasi total RNA pada 4 dan 25 derajat Celcius. Sebagai tambahan, air reduksi elektrolisis dapat sepenuhnya mencegah pembelahan oksidatif dari horseradish peroksidase seperti yang diharapkan dengan menggunakan gel natrium dodesil sulfat poliakrilamida. Terdapat peningkatan aktivitas antioksidan dari asam askorbat yang dilarutkan dalam air tereduksi elektrolisis sekitar 3 kali lipat lebih besar daripada asam askorbat yang dilarutkan dalam air deionisasi non-elektrolisis. Hal tersebut diukur dengan sistem xanthine-xanthine oksidase superoksida pada saat terjadi pengangkutan dengan menggunakan alat tes assay yang menunjukkan adanya efek penghambatan air tereduksi elektrolisis pada oksidasi asam askorbat. PMID: 17159237

Kimia Biofisika. 2004 Jan 1;107(1): 71-82

Mekanisme Efek Peningkatan Antioksidan terhadap Radikal Anion Superoksida pada Air Reduksi yang Diproduksi Melalui Elektrolisis

Hanaoka K, Sun D, Lawrence R, Kamitani Y, Fernandes G.
Laboratorium Bio-REDOX Inc. 1187-4, Oaza-Ueda, Ueda-shi, Nagano-ken 386-0001, Jepang

Kami telah melaporkan bahwa proses reduksi air yang dihasilkan oleh elektrolisis mampu meningkatkan efek antioksidan dari donor proton seperti asam askorbat (ASA) dalam makalah sebelumnya. Kami juga mendemonstrasikan bahwa air reduksi yang dihasilkan oleh elektrolisis bersolusi 2 mM NaCl tidak menunjukkan efek antioksidan dengan sendirinya. Kami beralasan bahwa peningkatan efek antioksidan mungkin terjadi karena adanya peningkatan produk ionik air sebagai zat pelarut. Produk ion air (pKw) diteliti dengan sistem pengukuran pH dan dengan metode netralisasi filtrasi. Sebagai sebuah indikator kerusakan oksidatif, spesies oksigen reaktif (ROS) memediasi pecahan galur DNA yang diukur dengan konversi supercoiled phiX-174 RFI galur ganda DNA untuk membuka dan melinearkan bentuk dari galur-galur tersebut. Air tereduksi memiliki kecenderungan untuk menekan kerusakan galur tunggal DNA yang disebabkan oleh spesies oksigen reaktif yang diproduksi oleh sistem H2O2/ Cu (II) dan HQ/ CU (II). Peningkatan aktivitas dismutasi radikal dari Anion superoksida dapat dijelaskan dari perubahan di dalam ion air pada air tereduksi. PMID: 14871602

Penggunaan Air Ion dalam Hipoklorhidria atau Aklorhidria

Prof. Kuninaka Hironage, Kepala Rumah Sakit Kuninaka

“Terlalu banyak lemak saat diet yang menyebabkan pengendapan kolesterol pada pembuluh darah yang nantinya akan menyempitkan aliran darah dan menyebabkan sebagian besar penyakit seperti tekanan darah tinggi. Sesuai dengan teori Profesor Gato, Universitas Kyushu, pada vitamin K (karena vitamin K memungkinkan kalsium darah meningkat) atau pada konsumsi lebih banyak air antioksidan, efektivitas peningkatan kalsium dalam tekanan darah tinggi adalah yang paling signifikan. Konsumsi air antioksidan alkali selama 2 sampai 3 bulan telah saya amati menjadikan tekanan darah menurun perlahan-lahan karena kemampuan air tersebut dalam melarutkan kolesterol dalam pembuluh darah.”

Penggunaan Air Ion dalam Kondisi-kondisi Ginekologi

Prof. Watanabe Ifao, Rumah Sakit Watanabe

“Air ion alkali antioksidan meningkatkan konstituen tubuh dan memastikan penyembuhan yang efektif untuk banyak jenis penyakit. Penggunaan air antioksidan pada pasien ginekologi telah terbukti sangat efektif. Alasan utama untuk efektivitas ini adalah karena air ini memiliki kemampuan untuk menetralkan racun.”

“Ketika diberi air antioksidan untuk kasus-kasus toksemia pra-eklampsia, hasilnya adalah yang paling signifikan. Selama bertahun-tahun, saya melayani kasus toksemia pra-eklampsia, saya memiliki pengalaman bahwa wanita dengan penyakit tersebut yang mengkonsumsi air antioksidan cenderung melahirkan bayi sehat dengan otot yang lebih kuat. Sebuah laporan survei yang dilakukan pada bayi dalam kelompok ini menunjukkan kecerdasan di atas rata-rata.”

Penetralan Racun

Prof. Kuwata Keijiroo, Dokter Medis

“Menurut pendapat saya, keajaiban air antioksidan adalah terkait dengan kemampuannya menetralkan racun, tapi air ini bukan obat. Perbedaannya adalah bahwa obat hanya dapat berlaku untuk orang-orang tertentu dan kasus-kasus individual, sedangkan air antioksidan dapat dikonsumsi secara umum dan kekuatannya dalam menetralkan racun adalah sesuatu yang sangat tidak terduga. Sekarang, secara singkat ijinkan saya memperkenalkan kepada Anda sebuah kasus tentang penyakit jantung.”

“Pasien adalah laki-laki berusia 35 tahun yang menderita penyakit jantung pembuluh darah. Selama 5 tahun, penyakitnya memburuk. Dia berada di Rumah Sakit Pemerintah Setagays untuk pengobatan.”

“Selama 5 tahun itu, dia keluar masuk rumah sakit sekitar 5 atau 6 kali. Ia telah menjalani pemeriksaan berteknologi tinggi seperti angiogram dengan menyunyikkan VINYL melalui vena ke jantung. Dia juga berkonsultasi dan mencari pengobatan dari banyak dokter yang baik di mana kemudian ia menjalani operasi bedah utama. Setelah keluar dari rumah sakit, ia berhenti dari pekerjaannya untuk pulih. Namun setiap kali penyakitnya kambuh, serangan jantung tersebut bahkan lebih parah.”

“Tahun lalu, pada bulan Agustus, keluarganya yang putus asa dan mengira ia tidak akan hidup lebih lama lagi. Kebetulan pada waktu itu salah satu keluarga pasien datang ke tempat prosesor dari air antioksidan ini. Penyakitnya kemudian mampu merespon dengan baik dan dia sekarang sedang dalam pemulihan.”

(Di Amerika Serikat, penyakit kardiovaskular selama lebih dari satu setengah dari perkiraan 2 juta kematian terjadi setiap tahun…. diperkirakan bahwa air minum yang dikondisikan secara optimal dapat mengurangi angka kematian penyakit kardiovaskular ini sebanyak 15% di Amerika Serikat) – Laporan Komite Air Aman Minum dari Akademi Nasional Sains, 1977)

Eksim

Prof. Tamura Tatsuji, Pusat Rehabilitasi Keikufu

“Eksim digunakan untuk mendeskripsikan beberapa varietas kondisi kulit dengan fitur umum. Penyebab pasti dari eksim belum sepenuhnya dipahami. Pada banyak kasus, eksim dapat dikaitkan dengan masalah iritasi eksternal.”

“Ijinkan saya memperkenalkan seorang pasien yang sembuh dari penyakit kulit setelah mengkonsumsi air antioksidan. Pasien ini telah menderita eksim selama 10 tahun dan tidak bisa membaik secara efektif bahkan ketika ia sudah berada dibawah pengobatan dokter spesialis. Pasien ini berusia 70 tahun dan merupakan presiden sebuah perusahaan suku cadang kendaraan. Setelah perang, anggota tubuh bagian bawahnya menderita eksim akut yang kemudian menjadi kronis. Ia berulang kali dirawat di rumah sakit spesialis kulit.”

“Bagian tubuh kiri merespon dengan baik terhadap pengobatan, tapi tidak begitu pada bagian tubuh yang kanan. Dia menderita rasa gatal yang sangat parah yang apabila tergores dapat menyebabkan pendarahan. Selama 10 tahun terakhir, ia diobati oleh banyak dokter. Ketika pertama kali saya memeriksanya, tungkai bawah di sekitar sendi tertutup dengan vesikel. Kucuran darah terjadi dari serum yang memancar dari vesikel.”

“Saya menyarankan dia untuk mencoba mengkonsumsi air antioksidan. Dia membeli satu unit dan mengkonsumsinya dengan teratur serta menggunakan air asam untuk mandi terutama daerah yang terkena eksim. Setelah 2 minggu pengobatan, vesikel mengering. Eksim benar-benar telah bersih tanpa kambuh sekalipun setelah satu setengah bulan.”

Alergi

Prof. Kuninaka Hirogana, Kepala Rumah Sakit Kuninaka

“Tuan Yamada, kepala institut peneliti kepolisian menderita alergi parah. Berulangkali ia mendapatkan penanganan dari ahli spesialis kulit, namun tidak berhasil. Lalu ia mulai mengkonsumsi air antioksidan. Alergi tersebut merespon dengan sangat baik dan benar-benar sembuh dengan segera. Bahkan tidak kambuh lagi meskipun dia mengkonsumsi semua jenis makanan. Dia sangat berterimakasih dan gembira dengan adanya perawatan ini.”

“Untuk diri saya sendiri, saya juga menderita alergi yang parah. Sejak saya mulai mengkonsumsi air antioksidan, alergi saya pulih. Sejak saat itu, saya memulai penelitian tentang efektivitas air antioksidan.”

“Saya menemukan bahwa kebanyakan alergi disebabkan karena pengasaman kondisi tubuh dan juga terkait dengan konsumsi terlalu banyak daging dan gula. Dalam setiap kasus alergi, mineral antioksidan pada pasien yang terlalu rendah akan menurunkan daya tahan tubuh secara signifikan. Tubuh menjadi terlalu sensitif dan alergi dapat berkembang dengan mudah. Untuk menstabilkan sensitivitas tersebut, solusi kalsium disuntikkan ke dalam vena. Maka, jelas bahwa air antioksidan yang memiliki ion kalsium dapat membantu meringankan alergi.”

“Ion kalsium tidak hanya meningkatkan kinerja jantung, sistem urin, dan netralisasi racun tapi juga dapat mengontrol keasaman. Ion tersebut juga mampu untuk meningkatkan sistem pencernaan dan fungsi hati. Tentunya, hal ini akan dapat mempromosikan kekuatan penyembuhan secara alami serta meningkatkan ketahanan tubuh terhadap alergi. Dalam beberapa kasus, penyakit yang tidak dapat merespon obat ternyata mampu merespon air antioksidan dengan baik.”

Gangguan Pencernaan

Prof. Kogure Keizou, Klinik Kogure Rumah Sakit Junteo

“Perut dapat dengan mudah terganggu baik oleh penyakit yang menyerangnya secara langsung ataupun penyakit yang menyerang bagian tubuh lainnya. Selain itu, ketegangan syaraf atau kecemasan sering pula menyebabkan gangguan lambung dan gejala-gejala tidak jelas lainnya yang terjadi pada perut di bawah beberapa tekanan-tekanan tertentu.”

“Peran penting dari air antioksidan dalam perut kita adalah untuk menetralisir sistem sekresi dan memperkuat fungsi-fungsinya. Biasanya setelah mengkonsumsi air antioksidan selama 1 sampai 3 menit, asam lambung meningkat hingga satu setengah kali. Bagi mereka yang menderita hipoklordidria atau aklorhidria (asam lambung rendah), keberadaan air antioksidan akan merangsang sel-sel lambung untuk mengeluarkan lebih banyak asam lambung. Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan pencernaan dan penyerapan mineral.”

“Namun di sisi lain, bagi orang-orang dengan hyperklordidria atau tinggi asam lambung, air antioksidan mampu menetralkan asam lambung yang berlebihan. Oleh karena itu, hal ini tidak akan menimbulkan reaksi yang merugikan.”

“Menurut dosen medis dari Universitas Maeba, pH sekresi lambung masih akan tetap normal ketika air antioksidan dikonsumsi. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan air antioksidan dapat menetralkan serta untuk merangsang sekresi.”

Diabetes

Prof. Kuwata Keijiro, Dokter Medis

“Pada saat saya melayani di Asosiasi Asuransi Kebakaran, saya pernah memeriksa banyak pasien diabetes. Selain menangani mereka dengan obat-obatan, saya memberi mereka air antioksidan. Setelah meminum air antioksidan selama satu bulan, 15 pasien diabetes yang dipilih dikirim ke Universitas Tokyo untuk tes lebih lanjut dan menjalani pengamatan.”

“Awalnya, pasien dengan penyakit yang lebih serius merasa sedikit khawatir dengan penanganan ini. Ketika air antioksidan dikonsumsi selama beberapa waktu, gula dalam darah dan urin berkisar dari rasio 300 mg/ l ke 2 mg/ dc. Ada waktu dimana pasien telah menjalani 5 sampai 6 tes darah per hari dan terdeteksi berada dalam kisaran normal. Hasil juga menunjukkan bahwa bahkan sekitar satu setengah jam setelah makan, gula darah dan rasio urin adalah 100 mg/ dc: 0 mg/ dc. Gula dalam urin telah benar-benar menghilang.”

CATATAN:

Saat ini, lebih banyak orang Amerika daripada sebelumnya menderita diabetes dengan jumlah kasus baru rata-rata hampir 800.000 setiap tahun. Penyakit ini terus meningkat di Amerika Serikat sejak tahun 1980, dan pada tahun 1998, 16 juta orang Amerika didiagnosis dengan diabetes (10.3 juta didiagnosis; 5.4 juta terdiagnosis). Diabetes menjadi penyebab kematian ketujuh di Amerika Serikat dan lebih dari 193.000 meninggal karena penyakit tersebut dan hal ini terkait dengan komplikasi yang terjadi di tahun 1996. Peningkatan terbesar adalah 76 persen terjadi pada orang usia skitar 30an.

Dari: Departemen Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat US, Oktober 13, 2000

Perbaikan Klinis yang Diperoleh dari Asupan Air Reduksi

Ekstrak dari “Presentasi pada Simposium Tahunan Internasional ke Delapan pada Manusia dan Lingkungannya Dalam Hal Kesehatan dan Penyakit” pada 24 Februari 1990 di The Grand Kempinski Hotel, Dallas, texas, USA oleh Dr. H. Hayashi, MD dan Dr. M. Kawamura, M.D.,

KONSEP PENGOBATAN PREHAPETIC

Sejak diperkenalkannya air ion alkali di klinik kami pada tahun 1985, kami telah memiliki pengalaman-pengalaman klinis menarik pada saat ai tersebut digunakan. Dengan menggunakan air ion alkali untuk minum dan persiapan makanan untuk pasien, kami telah memperhatikan terjadinya hal-hal berikut:

  • Penurunan kadar gula darah dalam pasien diabetes.
  • Perbaikan sirkulasi perifer di gangren diabetes.
  • Penurunan kadar asam urat pada pasien dengan gout.
  • Perbaikan dalam uji fungsi hati dalam gangguan hepatik.
  • Perbaikan dalam ulkus lambung serta pencegahan kekambuhan pada ulkus lambung tersebut.
  • Penyebuhan hipertensi dan hipotensi.
  • Perbaikan pada gangguan alergi seperti asma, urtikaria, rhinites, dan dermatis atopik.
  • Pebaikan diare presisten yang terjadi setelah gastrektomi.
  • Perbaikan lebih cepat pasca operasi kelumpuhan bower.
  • Perbaikan dalam kadar serum bilirubin pada bayi yang baru lahir.

Dengan mengkonformasikan perbaikan klinis, kami selalu mengamati perubahan warna tinja pasien yang berubah dari hitam-cokelat ke  kuning cerah-cokelat dengan mengabaikan bau tinja mereka.

Jumlah pasien yang mengeluh sembelit juga menurun tajam. Perubahan pada temuan tinja di atas menunjukkan bahwa asupan air ion basa dapat menuunkan produksi putrefield atau metabolise patogen.

Perangkat yang digunakan untuk menghasilkan air reduksi diperkenalkan ke klinik kami pada bulan Mei 1985. Berdasarkan pengalaman klinis yang diperoleh dalam 15 tahun terakhir, dapat dikatakan bahwa pengenalan air reduksi elektrolisis untuk minum dan memasak pasien harus melalui berbagai prasyarat dalam praktik medis kita sehari-hari. Bahan-bahan untuk memasak makanan sehat belum merupakan suatu hal yang ilmiah/ sehat apabila properti air untuk memasak pasien tidak dipertimbangkan.

Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan di Jepang mengumumkan pada tahun 1965 bahwa asupan air reduksi cukup efektif untuk pemulihan metabolisme flora usus.

Stimulasi Selektif Pertumbuhan Mikroflora Anaerobik dalam Saluran Usus Manusia dengan Air Tereduksi Elektrolisis

Oleh Departemen Fisiologi Mikroorganisme, Universitas Negeri Moscow Lomonosov

Sekitar 96-99% dari mikroflora “ramah” pada saluran usus manusia terdiri dari anaerob yang padat dan hanya merupakan 1-4% dari total aerob yang ada. Banyak penyakit di dalam usus dikarenakan gangguan dalam keseimbangan mikroorganisme yang menghuni usus. Pengobatan penyakit tersebut melibatkan pemulihan kuantitas dan keseimbangan kelompok mikroflora di sauran usus. Diketahui bahwa aerob dan anaerob tumbuh di berbagai potensi oksidasi-reduksi (ORP). Bekas aerob dan anaerob membutuhkan nilai E positif (h) sampai dengan 400 mV. Anaerob tidak tumbuh kecuali E(h) dengan nilai negatif antara -300 dan -400 mV. Dalam hal ini, disarankan agar prasyarat untuk pemulihan dan pemeliharaan mikroflora anaerobik yang diwajibkan dalam saluran usus adalah bernilai ORP negatif. Air tereduksi elektrolisis dengan nilai E(h) antara 0 dan -300 mV yang diproduksi dalam perangkat elektrolisis pasti memiliki properti ini. Ketersediaan air merupakan hal yang sangat menunjang pertumbuhan mikroflora di dalam usus. Sebuah data menegaskan gagasan ini. Namun, sebagian besar peneliti menjelaskan adanya mekanisme di dalamnya dimana sifat antioksidan tersedia untuk detoks oksidan dalam usus dan jaringan yang lain. Maka, target utama dari air tereduksi elektrolisis adalah kelompok mikroflora di dalam usus. PMID: 15617863

Vorobjeva NV. Departemen Fisiologi Mikroorganisme, fakultas Biologi, Universitas negeri Moscow Lomonosov, 119.992, Moscow Rusia. Hipotesis Medis. 2005;64(3):543-6

Evaluasi Klinis Air Ion Alkali untuk Masalah Perut: Tes Ganda Buta yang Dikendalikan oleh Plasebo

Oleh Hirokazu Tashiro, Tetsuji Hokudo, Hiromi Ono, Yoshihide Fujiyama, Tadao Baba (Rumah Sakit Nasional Ohkura, Departemen Gastroenterologi; Institut Penelitian Klinis, Universitas Sains Medis Shiga, Departement Kedua dari pengobatan Internasional)

Pengaruh air ion alkali pada masalah perut dievaluasi dengan tes double blind yang dikontrol oleh plasebo dalam penelitian ini. Nilai keseluruhan dari pengobatan dengan menggunakan air ion alkali ditandai dengan jumlah yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok plasebo terkontrol. Dan efeknya juga terbukti secara signifikan lebih tinggi terutama dalam gejala diare kronis dan keluhan perut dalam kasus malaise biasa. Kelompok air ion alkali tidak mendapatkan gangguan dalam pelaksaan tes juga tidak menunjukkan efek samping yang serius, disebut dengan data uji abnormal. Hal tersebut menegaskan bahwa air ion alkali lebih aman dan lebih efektif untuk penyembuhan daripada plasebo.

Ringkasan

Pengaruh air ion alkali pada masalah perut secara klinis diperiksa melalui tes double blind dengan menggunakan air bersih plasebo. Secara keseluruhan tingkat penyembuhan terbukti lebih tinggi untuk kelompok subyek dengan air ion alkali daripada kelompok subyek dengan plasebo biasa dan terbukti secara signifikan lebih efektif  daripada air lainnya terutama dala kasus-kasus gejala ringan. Pada saat pemeriksaan tingkat penyembuhan untuk tiap kasus diare kronis, dan masalah perut lainnya, tes ini berhenti di satu kasus diare kronis antara kelompok plasebo karena eksaserbasi sedangkan kelompok air ion alkali tidak berhenti diuji karena tidak adanya efek samping yang serius atau data abnormal pada semua kasus. Ha tersebut menegaskan bahwa air ion alkali lebih efektif daripada air bersih terhadap diare kronis, keluhan perut dan keseluruhan tingkat kenaikan dalam hal penyembuhan masalah perut serta lebih aman dari air bersih.

Pengantar

Sejak penggunaan elektroliser air ion alkali disetujui oleh Kerjasama Hukum di bidang Farmasi pada tahun 1966 dalam hal dampak dan efikasi terhadap gangguan lambung dan usus termasuk hyperchylia, gangguan pencernaan, fermentasi pencernaan yang abnormal serta diare antasida kronis, elektroliser-elektroliser tersebut dapat digunakan oleh pasien. Namun, evaluasi medis dan validitas ilmiah dari alat-alat tersebut belum diberlakukan. Dalam penelitian kami, kami menguji efek klinis dari air ion alkali pada gangguan pencernaan di banyak gejala pada berbagai fasilitas/ keadaan. Terutama, kami mempelajari keamanan dan kegunaan air ion alkali dengan tes buta ganda menggunakan air bersih sebagai kelompok kontrol.

Subyek dan Metode Tes

Sebanyak 163 pasien (34 laki-laki, 129 perempuan, usia 21-72, rata-rata berusia 38.6 tahun) yang mengalami gangguan pencernaan yaitu fermentasi pencernaan yang abnormal (dengan emisi gas dan rugitus abnormal) dan keluhan \yang disebabkan oleh ketidakteraturan kondisi perut (diare kronis atau sembelit) diuji sebagai subyek. Tes double blind dimana kelompok kontrol mendapat penanganan dengan plasebo sedangkan kelompok eksperimental menggunakan air ion alkali. Elektroliser air ion yang dijual secara komersial dan dipasang dengan pompa berikut dispenser kalsium di dalam setiap rumah para subyek. Air ion alkali yang diuji memilki pH 9.5 dan konsentrasi kalsium pada 30 ppm. Setiap subyek dalam kelompok plasebo menggunakan pemurni air yang memilki tampilan yang sama seperti elektroliser dan menghasilkan air bersih.

Peralatan-peralatan tersebut diuji secara acak dan dihubungkan dengan kontroler yang telah diberi pengaturan kunci kode dan disimpan dengan aman sampai tes selesai dan segel dibuka lagi.

Sampel air yang diberikan kepada setiap pasien dalam jumlah 200 ml pagi hari dengan total 500 ml atau lebih per hari selama satu bulan. Sebelum dan sesudah tes, darah, urin, dan tinja diuji dan sebuah log dijaga pada saat terjadi gejala subyektif, kegiatan buang air besar, dan gejala-gejala tambahan. Setelah tes selesai dilakukan, hasilnya dianalisis berdasarkan log dan data uji.

Hasil-Hasil Tes Ionizer Air

  1. Gejala-Gejala

Diantara 163 subyek yang dites, kelompok air ion alkali terdiri dari 84 orang dan grup plasebo terdiri dari 79 orang. Beberapa faktor latar belakang yaitu gender, umur, dan gangguan basal tidak berkontribusi terhadap perbedaan signifikan untuk hasil-hasil tersebut.

  1. Tingkat Perbaikan Keseluruhan

Pada tingkat perbaikan keseluruhan untuk masalah perut, kelompok air ion alkali memiliki 2 kasus peningkatan luar biasa (2.5 %), 26 kasus perbaikan normal (32.1 %), 36 kasus sedikit perbaikan (44.4 %), 13 kasus tidak ada perubahan (16%) dan 4 kasus eksaserbasi (4.9%), sedangkan kelompok plasebo menunjukkan masing-masing 4 (5.2%), 19 (24.7%), 27 (35.1%) dan 2 (2.6%) kasus untuk kategori yang sama. Tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok air ion alkali dan kelompok plasebo, yaitu pada tingkat 5% sesuai dengan teori uji Wilcoxon. Walaupun begitu, kelompok air ion alkali terbukti secara signifikan lebih efektif daripada kelompok air plasebo dengan tingkat nilai p 0.22.

Melalui pemeriksaan secara keseluruhan dengan tes 7.2 (tanpa adanya penyesuaian kelangsungan) antara kelompok efektif dan non-efektif, kelompok air ion alkali mendapatkan sekitar 64 (79%) untuk kasus efektif dan 17 (21%) untuk kasus non-efektif. Sedangkan untuk kelompok plasebo mendapatkan sekitar 50 (64.9%) dan 27 (35.1%) masing-masing untuk kasus efektif dan non-efektif. Maka, hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok air ion alkali secara signifikan lebih efektif daripada kelompok air plasebo dengan tingkat nilai p. 0.048.

Jika hanya melihat sekilas pada 83 kasus keluhan perut, tingkat perbaikan secara keseluruhan terjadi pada kelompok pengguna air ion alkali.

Sebanyak 45 kasus yang terdiri dari 11 (242%) kasus perbaikan normal, 22 (48.9%) kasus sedikit perbaikan, 17 (44.7%) kasus tidak ada perubahan dan 3 (6.7%) kasus eksaserbasi untuk kelompok air ion alkali. Sementara itu pada kelompok plasebo, untuk total 38 kasus, masing-masing adalah 3 (7.8%), 17 (44.7%), 17 (44.7%), dan 1 (2.6%) untuk kasus dengan kategori sama. Maka, kelompok air ion alkali secara signifikan lebih efektif daripa keompok plasebo sesuai dengan perbandingan antar kelompok (niai p=0.033).

  1. Tingkat Perbaikan Pada Gejala Basal

Gejala basal dibagi menjadi beberapa macam yaitu diare kronis, sembelit dan keluhan perut (dispepsia) dan tingkat perbaikan lain secara keseluruhan dievaluasi untuk mempelajari efek dari air ion alkali. Dalam kasus diare kronis, kelompok air ion alkali terbukti secara signifikan lebih efektif dari kelompok air plasebo dimana kelompok air ion alkali menghasilkan 94.1% untuk kasus efektif dan 5.9% kasus non efektif. Sementara itu kelompok plasebo menunjukkan 64.7% kasus efektif dan 35.3% kasus non efektif. Hasil tersebut membuktikan bahwa kelompok air ion alkali terbukti secara signifikan lebih efektif daripada kelompok plasebo. Dalam sekilas kasus diare kronis, perbandingan antar kelompok menunjukkan bahwa kelompok air ion alkali lebih efektif secara signifikan dibandingkan dengan kelompok plasebo (p=0.015). Dalam kasus sembelit, kelompok air ion alkali menunjukkan data 80.5% kasus efektif dan 19.5% kasus tidak efektif sedangkan kelompok plasebo menunjukkan data 73.3% kasus efektif dan 26.3% kasus non efektif. Sedangkan untuk kasus keluhan perut (dispepsia), kelompok air ion alkali mendapatkan 87% untuk kasus efektif dan 14.3% kasus tidak efektif sedangkan kelompok plasebo menunjukkan data masing-masing 47.1% dan 62.9%. maka kelompok air ion alkali terbukti secara signifikan lebih efektif dari kelompok plasebo (p=0.025).

  1. Keamanan

Sejak salah satu kasus diare kronis pada kelompok plasebo memperlihatkan adanya eksaserbasi, tes kemudian dihentikan. Selain itu, tidak terdapat kasus seperti halnya kasus dalam kelompok air ion alkali. Sementara itu, 14 kasus gejala tambahan , 8 diantaranya terdapat dalam kelompok air ion alkali dan 6 lainnya terdapat dalam kelompok plasebo yang memperlihatkan data uji yang fluktuatif, meskipun kelompok air ion alkali tidak mengalami fluktuasi bermasalah seperti halnya kelompok plasebo. Dua kasus di kelompk plasebo dan satu kasus dalam kelompok air ion alkali menunjukkan adanya serum K yang naik dan berlanjut ke nilai normal setelah pengujian yang menunjukkan bahwa perubahan nilai-nila di atas bersifat sementara.

Kesimpulan

Hasil dari uji klinis ganda buta antara air ion alkali dan air bersih; air ion alkali terbukti lebih efektif daripada air bersih dalam menyembuhkan diare kronis, keluhan perut (dispesia) dan tingkat perbaikan secara keseluruhan. Selain itu, keamanan dari air ion alkali telah terkonfirmasi secara klinis untuk memverifikasi kegunaannya.

Efek Fisiologis dari Air Ion Alkali

Efek Metabolit yang Diproduksi Melalui Frementasi Usus
Oeh Takashi Hayawaka, Chicko Tushiya, Hisanori Onoda, Hisayo Ohkouchi, Harul to Tsuge (Universitas Gifu, Fakultas Teknik, Jurusan Ilmu Pangan)

Kami telah menemukan bahwa konsumsi jangka panjang dari air ion alkali dapat mengurangi fermentasi ceca pada tikus yang melakukan diet fermentasi komersial (MF: Ragi Oriental Co, Ltd). Dalam percobaan ini, tikus diberi makan MF sebagai makanan fermentasi untuk diet dan air uji yaitu air keran dan air ion alkali dengan pH 9 dan 10 selama sekitar 3 bulan. Tinja dikumpulkan pada hari ke 57 dan tikus dibedah pada hari ke 88. Jumlah amonium pada tinja yang baru sebagaimana pada fecal bebas glukosa, cenderung menurun untuk kelompok air ion alkali. Dalam kebanyakan kasus, jumlah asam bebas amino pada cecal tidak berbeda secara signifikan kecuali dalam hal sistein yang menurun pada air ion alkali dengan pH 10 dan isoleusin yang meningkat pada air ion alkali dengan pH 10.

Tujuan Tes

Elektroliser (mesin elektrolisis) dari air ion alkali telah disetujui untuk di produksi pada tahun 1965 oleh Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Peralatan Medis. Air ion alkali yang dihasilkan oleh peralatan ini diketahui cukup efektif dalam mengatasi masalah-masalah pencernaan seperti fermentasi pencernaan, diare kronis, gangguan pencernaan dan hyperchalia serta untuk mengendalikan asam lambung. Hal ini khususnya didasarkan pada efektivitas kandungan kalsium hidroksida yang terdapat di dalam air jenis ini. Dengan memberikan air ion alkali kepada tikus dalam waktu yang relatif lama pada saat kondisi usus sedang berfermentasi dengan tingkatan yang cukup tinggi, kami telah menunjukkan bahwa asupan air ion alkali cukup efektif dalam menghambat fermentasi usus pada level yang tinggi. Hal ini berdasarkan pada beberapa hasil uji dimana air ion alkali mampu bekerja melawan hipertrofi cecal dan berfungsi untuk mengurangi jumlah asam lemak rantai pendek yang merupakan produk utama dari fermentasi. Kami juga melaporkan bahwa hal tersebut disebabkan oleh sinergi antara kadar kalsium yang terkandung dalam air ion alkali (sekitar 50 ppm) dan nilai dari pH serta bahwa frekuensi tersebut berhasil mendeteksi jumlah bakteri anaerob yang cenderung lebih tinggi pada kelompok air ion alkali dibandingkan dengan yang lain. Hal ini dapat terjadi meskipun jumlah bakteri dalam usus pada dasarnya tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, kami membuat pernyataan bahwa efek dari konsumsi air ion alkali menunjang mekanisme inhibisi yang melawan kegiatan fermentasi usus yang abnormal serta merupakan klaim keberhasilan berkaitan dengan penggunaan elektroliser air alkali. Di sisi lain, di bawah kondisi diet dari fermentasi usus bawah, tampaknya serapan dari air ion alkali tidak akan menghambat fermentasi sehingga kita percaya bahwa efek dari serapan air ion alkali merupakan suatu karakteristik dari dari wilayah yang mengalami hyper-fermentasi. Metabolit yang dihasilkan melalui fermentasi usus juga mencakup indol dan skatole disamping asam organik seperti asam lemak rantai pendek dan asam laktat serta metabolit beracun seperti ammonium, fenol, dan pcresol. Kami belum mengetahui bagaimana serapan air ion alkali akan memproduksi bahan-bahan tersebut. Sehingga dalam percobaan ini, kami telah menguji produksi ammonium seperti yang dijelaskan pada bagian berikut.

Metode Pengujian

beberapa tikus jantan Wistar/ ST Clean berusia 4 minggu dibeli dari Japan SLC Co, Ltd dan kemudin dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing terdiri dari 8 ekor tikus setelah pembibitan awal. Air ion alkali pH 9 dan 10 diproduksi oleh elektroiser merk ROYA NDX3 1 OH dari Omco Co, Ltd. Elektroliser jenis ini menghasilkan air ion alkali elektrolisis dengan tambahan kalsium laktat. Pada hari terakhir pengujian, tikus dibedah dibawah anestesi Nembutal untuk mengambil sampel darah dari jantung menggunakan jarum suntik Heparin. Selain itu, organ-organ tubuh mereka yaitu usus kecil, sekum, ditambah kolon dan rektum diambil keluar dari masing-masing tikus tersebut. Organ-organ tersebut ditimbang dan dibersihkan dengan garam fisiologis setelah isinya dihilangkan dan berat jaringan kemudian diukur dengan menghilangkan kelembabannya. Bagian dari isi cecal diukur pH-nya dan sisanya digunakan sebagai assay untuk konsentrasi amonium. Jumlah amonium yang terkandung dalam tinja segar dan isi cecal diukur dengan metode Nesslar setelah sampel yang dikumpulkan diekstrasi menggunakan kontainer mikro-difusi Conway. Fecal bebas glukosa diuji dengan metode oksigen setelah diekstrasi dengan air panas. Analisis asam amino bebas di dalam isi cecal dilakukan oleh asam amino dengan sistem analisis PicoTag.

Hasil Tes dan Analisis

Tidak ada perbedaan yang ditemukan dalam berat badan tikus, air serta asupan makanan dan efisiensi cara pemberian makanan, juga tidak ada perbedaan khusus dalam penampakan (tubuh tikus) yang teridentifikasi. Panjang usus kecil dan usus besar beserta rektum cenderung menurun dalam percobaan untuk kelompok air ion alkali. Nilai pH isi cecal juga lebih tinggi dan jumlah tinja bebas glukosa cenderung lebih rendah pada kelompok air alkali jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hal ini disebabkan karena tidak ada perbedaan debit tinja sendiri, jumlah tinja bebas glukosa per hari cenderung lebih rendah pada grup air ion alkali. Jumlah pengeluaran bebas glukosa lebih besar ketika fermentasi usus lebih efektif  yang menunjukkan bahwa fermentasi usus lebih terhambat dalam kelompok air ion alkali dibandingkan dengan kelompok kontrol. Konsentrasi amonium dalam isi cecal juge cenderung lebih menurun pada kelompok air ion alkali. Tren ini merupakan suatu karakteristik yang khas pada subyek yang mengkonsumsi air ion alkali dengan pH 10. Serapan air ion alkali merupakan penghambat produksi amonium. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang dinamika asam amino dalam usus besar, kami menguji asam amino bebas dalam isi cecal untuk mengetahui bahwa tingkat sistein rendah dan tingkat isoleusin tinggi dalam kelompok air ion alkali dengan pH 10, meskipun tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada asam amino lainnya.

Bibliografi

  1. “Verifikasi Air Ion Alkali” Oleh Institute Life Water, Metamor Publishing Co., 1994, p.46
  2. “Petunjuk Resmi Farmasi Jepang, Vol. IT” oleh Asosiasi Dokumen Publik Jepang, Hirokawa Publishing Co., 1996
  3. “Sains dan Teknoogi dari Air Fungsional” (bagian) oleh Takashi Hayawaka, Haruffito Tsuge, diedit oleh Institut Air Scenll, 1999. Pp. 109-116
  4. “Kegunaan Tasic dan Efektif dari Air Ion Alkali” oleh Takashi Hayawaka, Haruhito Tsuge, diedit oleh Tetsuji Hc Kudow, Konggres Medis Majelis Umum Jepang “Air Fungsional pada Perawatan Medis”, Kantor Administrasi, 1999, pp. 10-11

Pengaruh Air Ion Alkali pada Pembentukan dan Perawatan Jaringan Osseus

Oleh Rei Takahashi Zhenhua Zhang Yoshinri Itokawa (Sekolah Pascasarjana Medis Universitas Kyoto, Departemen Patologi dan Biologi Tumor, Universitas Perfektur Fukui)

Efek atau pengaruh kalsium dalam air ion alkali yang terdapat pada pembentukan dan pemeliharaan jaringan tulang pada tikus telah diteliti. Dengan tidak adanya kalsium pada makanan, klasifikasi yang jelas tidak dapat diamati kecuali hanya dalam hal pembentukan osteoid yang menonjol. Perbedaan mencolok yang ditemukan antara kelompok yang diberi diet dengan 30% dan kelompok dengan diet 60% kalsium. Tikus yang dipelihara dengan kalsium dari air ion menunjukkan beberapa gangguan yang serius, setidaknya gangguan osteogenetik. Tibiae dan humeri merupakan jenis gangguan yang lebih rentan terhadap kekurangan kalsium dibandingkan dengan femora. Hasil dari penelitian mungkin akan menunjukkan bahwa kalsium dalam air minum dapat mensuplemen osteogenesis dalam kasus kekurangan kalsium untuk diet. Mekanisme yang terlibat dalam pembentukan osteoid seperti tingkat penyerapan kalsium dari usus dan efek kalsium dari air minum ion alkali untuk menjaga struktur tulang dalam proses penuaan atau di bawah kondisi kekurangan kalsium juga diselidiki.

Osteoporosis yang akhir-akhir ini menarik perhatian publik dapat didefinisikan sebagai “kondisi kerapuhan tulang yang disebabkan oleh pengurangan jumlah bingkai tulang dan kerusakan mikro pada tulang”. Metabolisme kalsium abnormal telah dianggap sebagai salah satu faktor yang berkontribusi dalam masalah ini, yang nantinya juga akan dipengaruhi oleh kekurangan kalsium, penurunan tingkat penyerapan enteral kalsium serta peningkatan jumlah kalsium debit urinoir. Dalam kondisi normal, tulang mampu menyerap tulang tua dalam sebuah sistem metabolisme yang teratur melalui pembentukan osteoid dalam rangka pertahanan kekuatan serta berfungsi sebagai struktur pendukung. Hal ini semakin jelas bahwa renovasi tulang pada tingkat jaringan harus melewati proses aktivasi, resorpsi, pembalikan, sintesis matriks, dan mineralisasi. Fungsi penting lainnya dari tulang adalah untuk menyimpan mineral terutama dengan cara berkoordinasi dengan usus dan ginjal untuk mengontrol konsentrasi kalsium dalam darah. Ketika sesuatu hal terjadi pada metabolisme osteo ini, hal tersebut dapat menghasilkan perubahan morfologi yang abnormal. Analisis kami terfokus terutama dalam hal perubahan jumlah tulang untuk menguji efek kalsium pada air ion alkali di dalam sistem reaksi dan efisiensi metabolisme osteo. Namun, kami juga mempelajari lebih lanjut dari sudut pandang histologi. Dengan kata lain, kami melakukan studi banding tentang perubahan morfologi dan kinetis osteogenesis dengan menguji air ion alkali, air keran dan solusi laktat pada tikus.

Selama tiga minggu, tikus Winstar jantan yang cukup tua dibagi menjadi 12 kelompok dengan diberi makanan dan air minum. Makanan tikus tersebut terdiri dari 0%, 30%, 60%, dan 100% dari jumlah kalsium normal dan diberikan secara acak. Sementara itu, tiga jenis air, yaitu air keran (air kota sekitar 6 ppm dari jumlah Ca), larutan kalsium laktat (Ca=40ppm) dan air ion alkali (Ca=40ppm, pH=9 yang diproduksi oleh elektroliser NDX 4 LMC diproduksi oleh Omco OMC Co., Ltd) dengan Keely. Berat badan tikus, jumlah air minum, dan makanan serta kandungan Ca dalam air minum diuji setiap hari. Pada hari ke 19 dan 25 dari pengujian, tetrasiklin hidroksida ditambahkan ke dalam makanan selama 48 jam sehingga mampu membawa konsentrasi sekitar 30mg/kg. Pada hari ke 30, sampel darah diambil dengan cara melakukan Nembutal anestesi, sementara itu tibiae, humeri, dan femora dibawa keluar untuk dijadikan sampel non-dekalsifikasi. Kondisi-kondisi dari pembentukan osteoid dan rotasi kemudian diamati menggunakan noda tulang dan noda Goldner Villanueva.

Tiga kelompok yang diberi berbagai jenis air beserta Ca dengan jumlah yang sama kemudian dibandingkan untuk mengetahui bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat pertambahan berat badan dan asupan makanan serta air minum. Kelompok air ion alkali memperoleh jumlah yang secara signifikan jauh lebih besar dalam hal tibiae dan humeri dengan kosnentrasi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kalsium yang dihasilkan secara alami dalam tulang.

Kelompok kalsium 0% dalam makanan memperlihatkan peningkatan drastis dalam jumlah osteoid. Sementara itu, tidak terdapat perbedaan yang diperoleh terkait dengan indikator jenis air minum. Hampir tidak terdapat tetrasiklin yang dibawa ke tibiae dan humeri meskipun zat tersebut teridentifikasi dalam jumlah kecil di ferora. Akibatnya, osteogenesis pergi sejauh di mana osteoid terbentuk, tapi hal tersebut mungkin mengindikasikan bahwa dekalsifikasi mungkin belum terjadi atau sebagian tulang yang baru terbentuk dapat diserap.

Untuk kelompok dengan 30% dan 60% kalsium pada makanan, peningkatan di daerah tertrasiklin lebih dapat diidentifikasi dengan tingkat kejelasan yang ebih tinggi pada air ion alkali, larutan kalsium laktat, dan air keran. Terutama dalam kasus kelompok air keran, ketidakteraturan antar wilayah tetrasiklin merupakan suatu karakter yang khas. Kelompok dengan 100% kalsium dalam makanan memperlihatkan beberapa perbaikan dalam osteogenesis pada air ion alkali, larutan kalsium laktat, dan air keran. Dalam kasus apapun, pembentukan tulang nampaknya berada dalam kondisi baik dalam tingkatan mendekati normal.

Air ion alkali juga dianggap efektif untuk perbaikan osteogenesis bersamaan dengan ketercukupan kalsium di dalam makanan. Juga, semakin jauh dari disosteogenesis akan semakin berbeda pula wilayahnya. Artinya, tibiae dan humeri cenderung memiliki disostegenesis yang lebih signifikan jika dibandingkan dengan femora.

Selain itu, terdapat kemungkinan bahwa metabolisme osteo bervariasi tergantung pada tingkat penyerapan enteral kalsium, penyesuaian debit dari ginjal dan penyesuaian fungsional tiroid tambahan pada air ion alkali. Kami sedang mempelajari dampaknya pada konsentrasi kalsium dalam darah. Kami juga memeriksa kemungkinan untuk mencegah kerusakan tuang dengan menguji tikus-tikus yang dijadikan model dalam hal penuaan.

AIR ASAM

Perbandingan Air Oksidasi Elektrolisis dengan Berbagai Intervensi Antimikroba untuk Melindungi Spesies Salmonella pada Unggas

Sains Unggas. 2002 Oktober, 81 (10): 1598-605

Fabrizio KA, Sharma RR, Demirci A, Cutter CN. Departemen Ilmu Pangan, Universitas Negeri Pennsylvania, Universitas Park 16802, USA.

Patogen bawaan makanan pada suspensi sel atau melekat pada permukaan sel dapat dikurangi dengan mengkonsumsi air oksidasi elektrolisis (EO). Namun penggunaan air EO terhadap patogen terkait dengan unggas belum tereksplorasi. Dalam studi ini asam air EO [EO-A; pH 2.6, kloring (CL) 20 sampai 50 ppm dan potensial oksidasi-reduksi (ORP) dari 1.150 mV], air dasar EO (EO-B; pH 11.6, ORP dari -795 mV), CL, air ozon (OZ), asam asetat (AA), atau trisodium fosfat (TSP) diaplikasikan pada daging ayam yang diinokulasi dengan Salmonella Typhirium (ST) dan terendam (4 C, 45 menit), disemprot-cuci (85 psi, 25 C, 15 detik) atau mengalami beberapa intervensi (EO-B semprot, tenggelam dalam EO-A; AA atau semprotan TSP, tenggelam dalam CL). Sisa populasi bakteri ditentukan dan dibandingkan pada hari 0 dan 7 dari aerobik, penyimpanan berpendingin. Pada hari 0, perendaman dalam TSP dan AA mengurangi ST 1.41 log10, sedangkan EO-A air berkurang ST sekitar 0.86 log10. Setelah hari ke 7 penyimpanan, EO-A air, OZ, TSP, dan AA mengurangi ST dengan deteksi hanya setelah dilakukan pengayaan secara selektif. Perawatan dengan cara semprot-cuci pada salah satu senyawa tidak mengurangi ST pada hari 0. Setelah hari ke 7 penyimpanan, TSP, AA, dan EO-A air berkurang masing-masing ST 2.17, 2.31, dan 1.06 lo10. ST berkurang 2.11 long10 segera setelah dilakukan beberapa intervensi, 3.81 log10 setelah 7 hari penyimpanan. Meskipun efektif terhadap ST, TSP dan AA cukup mahal dan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Studi ini menunjukkan bahwa air EO dapat mengurangi ST pada permukaan tubuh unggas namun harus diikuti dengan penyimpanan bependingin yang panjang. PMID: 12412930

Pengobatan Escherichia coli (O157: H7) yang Terinokulasi dengan Benih Alfafa dan Berkecambah dengan Air Oksidasi Elektrolisis

Jurnal Internasional Mikrobiologi Pangan. 2003 15 September; 86 (3): 231-7
Departemen Pertanian dan Teknik Biologi, Universitas Negeri Pennsylvania, Universitas Park, PA 16802, USA

Penggunaan Air Oksidasi Elektrolisis adalah sebuah konsep yang relatif baru namun telah digunakan di bidang pertanian, pengelolaan ternak, sterilisasi medis, dan sanitasi makanan. Air Oksidasi Elektrolisis (EO) yang dihasilkan dengan cara melewatkan larutan natrium klorida melalui sebuah generator air EO dapat digunakan untuk mengobati benih Alfafa dan kecambah yang terinokulasi dengan cocktail bergalur lima dari asam nalidiksat Escherichia coli yang tahan terhadap O157: H7. Air EO memiliki pH 2.6, dengan potensial oksidasi-reduksi 1150 mV dan sekitar 50 ppm klorin bebas. Persentase penurunan beban bakteri ditentukan pada reaksi waktu ke 2, 4, 8, 16, 32, dan 64 menit. Agitasi mekanik dilakukan bersamaan dengan perlakuan terhadap benih dengan interval waktu yang berbeda untuk meningkatkan efektivitas pada saat perlakuan. Karena E. Coli O157 dikeluarkan dengan cara perendaman selama pengobatan, jumlah awal pada biji dan kecambah ditentukan saat proses perendaman tersebut pada air pepton 0.1% untuk jangka waktu setara dengan waktu perawatan. Sampel kemudian bergoncang pada air pepton 0.1% tersebut dan menyebar serta membentuk lapisan pada agar kedelai tryptic dengan asam nalidixic (TSAN) dengan 5 microgram/ ml. Hasil menunjukkan bahwa terdapat reduksi diantara 38.2% dan 97.1% (0.22-1.56 log(10) CFU/g) pada bakteri yang bermuatan benih yang sudah mendapat perlakuan. Reduksi untuk kecambah antara 91.1% dan 99.8% (1.05-2.72 log(10) CFU/g). Kenaikan pada saat waktu perlakuan meningkatkan presentase reduksi dari E. Coli O157:H7. Namun, perkecambahan yang terjadi pada benih yang telah mendapatkan perlakuan menurun dari 92% ke 49% dalam Ampere dalam rangka meningkatkan air EO serta waktu perendaman. Dapat disimpulkan bahwa air EO tidak menyebabkan kerusakan yang terlihat pada kecambah. PMID: 12915034

Penonaktivan Escherichia coli (O157: H7) dan Listeria monocytogenes pada Talenan Dapur Plastik dengan Air Oksidasi Elektrolisis

Venkiterayanan KS, Ezeike GO, Hung YC, Doyle MP. Departemen Ilmu Hewan, Universitas Connecticut, Storrs 06.269, USA.

Sekitar satu mililiter wilayah yang mengandung campuran Escherichia coli O157: H7 galur lima (sekitar 10 (10) CFU) diinokulasi pada area 100 cm2 pada sebuah talenan jenis unscarred. Setelah penginokulasian, papan yang dikeringkan dibawah kap aliran laminar, ditenggelamkan dalam 2 liter air oksidasi elektrolisis atau air deionisasi steril pada masing-masing 23 derajat C atau 35 derajat C selama 10 atau 20 menit; 45 derajat C selama 5 atau 10 menit; atau 55 derajat C selama 5 menit. Setelah mengaplikasikan setiap kombinasi suhu-waktu diatas, populasi yang bertahan dari patogen pada talenan dan di dalam air rendaman ditentukan. Perendaman talenan diinokulasi dalam air oksidasi elektrolisis mengurangi populasi E. Coli O157: H7 sekitar > atau = 5.) log CFU/ 100 cm2. Namun, perendaman talenan dalam air deionisasi hanya menurunkan jumlah patogen pada 1.0 to 1.5 log CFU/ 100 cm2. Perlakuan terhadap papan talenan yang terinokulasi dengan Listeria monocytogen dalam air oksidasi elektrolisis  dengan kombinasi temperatur-waktu (23 derajat C untuk 20 menit, 35 derajat C untuk 10 menit, dan 45 derajat C untuk 10 menit) secara substansial mengurangi populasi L. Monocytogenes dibandingkan dengan jumlah perbaikan pada papan talenan yang direndam dengan menggunakan air deionisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa perendaman talenan dapur di dalam air oksidasi elektrolisis dapat digunakan sebagai metode yang efektif untuk menonaktifkan patogen bawaan makanan pada permukaan papan talenan plastik. PMID: 10456736

Pengaruh Bakterisida Air Oksidasi Elektrolisis pada Galur Bakteri yang Termasuk di Dalam Infeksi Rumah Sakit

Vorobjeva NV, Vorobjeva LI, Khodjaev EY. Departemen Fisiologi Mikroorganisme, Fakultas Biologi, Universitas Negeri Moskow, Lenin Hills 1/12, Moskow 119992, Rusia

Penelitian ini dirancang untuk menyelidiki kegiatan bakterisida di dalam air oksidasi elektrolisis pada infeksi rumah sakit. Sepuluh dari patogen oportunistik yang paling umum akan digunakan dalam penelitian ini. Pembiakan kuman diinokulasi di dalam 4.5 ml air oksidasi elektrolisis (EO) dan 4.5 air deionisasi steril (sebagai grup kontrol) dan kemudian diinkubasi selama 0, 0.5, dan 5 menit pada suhu kamar. Pada saat inkubasi pada 30 detik, air EO sepenuhnya menonaktifkan semua galur bakteri dengan pengecualian sel vegetatif dan spora basil dimana keduanya memerlukan waktu 5 menit untuk dapat dibunuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air oksidasi elektrolisis dapat digunakan sebagai desinfektan untuk infeksi-infeksi rumah sakit akan tetapi penerapan secara klinis masih harus melalui proses evaluasi.

Pengaruh Air Oksidasi Elektrolisis dan Balutan Oklusif Hidrokoloid pada Tikus-Tikus dengan Luka Bakar dan Potong

Jurnal Chin Traumatol. 2003 Agustus 1; 6 (4): 234-7
Xin H, Zheng YJ, Hajime N, Han ZG. Departemen Bedah Toraks, Rumah Sakit Terpadu Cina-Jepang, Universitas Jilin, Jilin 130031, Cina

TUJUAN: Untuk mempelajari khasiat air oksidasi elektrolisis (EOW) dan balutan oklusif hidrokoloid dalam percepatan epitelisasi pada luka bakar dan potong pada tikus. METODE: Setiap tikus Sprague-Dawley yang telah dibius dijadikan subyek pada pembakaran tingkat tiga pada sekitar 10% dari total area permukaan tubuh. Tikus-tikus tersebut dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu kelompok I (tanpa irigasi), kelompok II (irigasi dengan garam fisiologis), kelompok III (irigasi dengan EOW) dan kelompok IV (pembalutan oklusif hidrokoloid setelah dilakukan irigasi EOW). Luka-luka tersebut diamati secara makroskopis hingga proses epitelisasi lengkap, kemudian baru luka-luka tersebut diamati secara mikroskopis. HASIL: penyembuhan yang paling cepat terjadi pada grup IV yaitu menggunakan balutan oklusif hidrokoloid bersamaan dengan EOW. Meskipun proses regenerasi epidermis secara ekstensif dapat terlihat pada setiap kelompok, proliferasi limfosit dan makrofag yang terkait dengan deposisi kolagen padat terlihat paling ekstensif pada kelompok II, III, dan IV dibandingkan dengan di kelompok I. Selain itu, temuan ini terlihat paling jelas pada kelompok III dan IV. KESIMPULAN: penyembuhan luka dapat dipercepat dengan menerapkan metode pembalutan oklusif hidrokoloid pada permukaan luka bakar setelah luka tersebut dibersihkan dengan EOW. PMID: 12857518

Pengaruh Air Elektrolisis pada Proses Penyembuhan Luka

Artif Organ. 2000 Desember; 24 (12): 984-7. Yahagi N, Kono M, Kitahara M, Ohmura A, Sumita O, Hashimoto T, Hori K, Ning-Juan C, Woodson P, Kubota S, Murakami A, Takamoto S. Departemen Anestesiologi, Rumah Sakit Mizoknokuchi Universitas Teikyo, Tokyo, Jepang

Air elektrolisis mampu untuk mempercepat penyembuhan luka-luka kulit dengan ketebalan penuh pada tikus, tetapi hanya air bagian anoda (dengan pH asam atau telah dinetralkan) yang terbukti efektif. Asam Hypochlorous (HOCl) yang juga diproduksi oleh elektrolisis justru tidak efektif, dengan pertimbangan bahwa tipe-tipe air elektrolisis tersebut dapat meningkatkan penyembuhan luka dengan menggunakan mekanisme yang ternyata tidak berkaitan dengan kegiatan antibakteri HOCl. Salah satu kemungkinan adalah bahwa spesies oksigen reaktif berfungsi sebagai spektrum resonansi perputaran elektron di dalam air ruang anoda, kemungkinan dapat menjadi pemicu awal penyembuhan luka melalui migrasi fibroblast dan poliferasi. PMID: 11121980

Decomposisi Etilen, Suatu Hormon Flower-senescece (Penuaan Bunga) dengan Air Anoda Elektrolisis

Harada K, Yasui K. Departemen Penelitian dan Pengembangan, Tenaga Listrik Hokkaido., Inc., 2-1 Tsuishikari, Ebetsu, Hokkaido 067-0033, Jepang

Air anoda elektrolisis (EAW) dapat memperpanjang hidup bunga anyelir yang dipotong dan ditanam di dalam vas. Maka, hormon Flower-senescence atau hormon penuaan pada bunga yang meliputi etilen yang didekomposisi oleh EAW dan Kalium Klorida sebagai elektrolitnya akan diselidiki. Etilen ditambahkan ke EAW secara ekstrenal dan kemudian reaksi antara etilen dan klorin yang tersedia diperiksa. EAW memiliki nilai pH yang rendah (2.5), konsentrasi oksigen terlarut yang tinggi, dan potensial redoks yang sangat tinggi (masing-masing 19.2 mg/l dan 1323 mV) apabila klorin yang tersedia berada pada konsentrasi sekitar 620 mikrons. Tambahan produksi etilen klorohidrin sangat dipengaruhi oleh nilai pH (pH 2.5, 5.0, dan 10.0 telah diuji) dan terbukti lebih cepat di dalam larutan asam. Etilen klorohidrin tidak lagi diproduksi setelah kalium hipoklorit ditambahkan ke EAW. Pengaruh nilai pH dari EAW terkait dengan kehidupan bunga anyelir potong di dalam vas cukup setara atau kompatibel dengan tingkat dekomposisi etilen pada EAW dengan nilai pH yang sama. Hasil ini menunjukkan bahwa efek dari EAW pada kehidupan bunga anyelir potong di dalam vas disebabkan oleh dekomposisi etilen menjadi etilen klorohidrin oeh klorin dari senyawa klorin. PMID: 12784619

Garansi 30 Hari Uang Kembali!

Kami yakin anda akan senang dengan produk dan layanan kami. Dan kami ingin anda tiada keraguan untuk mencoba produk kami. Oleh karena itu demi ketenangan hati anda, kami akan melindungi anda dengan garansi 30 hari uang kembali. Jika anda kecewa dengan produk kami, silakan beritahu kami, kirim balik, dan dapatkan uang anda kembali.

ORDER SEKARANG!

Hubungi Kami

Indonesia Official Distributor

Waterlic Indonesia

Office Hour:
8:00 – 16:00 Senin – Jumat
8:00 – 12:00 Sabtu
(Minggu & Hari Besar tutup)

Alamat: 
Ruko Villa Durian kav. 7, Jl. Durian Raya no. 31, Banyumanik, Semarang 50269

  • Telp: 081327647770, 081391178520, 024-7465000
  • WhatsApp: 081327647770
  • E-Mail: Kirim via form kontak.